Dan manakala kehidupan republik terkepung awan kelam, berjalan sesat arah, mungkin kita tak perlu mencari sumber api baru.
Kita bisa menghidupkan kembali api revolusi yang mengendap di tanah Yogya untuk menuntun bangsa kembali ke jalan terang.
Dan manakala kehidupan republik terkepung awan kelam, berjalan sesat arah, mungkin kita tak perlu mencari sumber api baru.
Kita bisa menghidupkan kembali api revolusi yang mengendap di tanah Yogya untuk menuntun bangsa kembali ke jalan terang.
Artikel Terkait
Perbedaan Haji dan Umrah
Menghindari Kemacetan Puncak
Mencerna Makanan Saat Sakit
Targetkan 1.000 Masjid, LTM PCNU & MWCNU Sukanagara Gelar Pelatihan Manajemen Masjid se-Desa Gunungsari
Gerakan Pemuda Ansor dan MWC NU Karangtengah Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Zaman
Perkuat Tata Kelola Zakat, LAZISNU Cianjur Gelar Bimtek di Sukanagara
Hening Bangkit Paskah
Mutiara Pagi: Tujuh Tiada Delapannya (Bagian 2170)
Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda
Mutiara Pagi: Delapan Tiada Sembilannya (Bagian 2171)