Sebab hati tidaklah tunduk pada logika atau ancaman, melainkan tunduk pada cinta, keteladanan, dan cahaya penyembuhan. Pada akhirnya, persoalan LGBTQ+ adalah soal jati diri terdalam: Apakah kita setia pada rancangan Pencipta, atau terseret oleh gelombang budaya? Apakah kita berpegang pada fitrah yang suci, atau pada rasa yang lahir dari luka?
Islam hadir bukan untuk mencela, tetapi untuk mengembalikan manusia pada dirinya yang paling hakiki: manusia yang utuh, merdeka dari belenggu syahwat, dan dekat dengan Tuhan.
Artikel Terkait
Menag Nasaruddin Umar Peringati Hakordia 2025, Tegaskan Integritas jadi Identitas ASN
Menciptakan Kenangan dan Kesejahteraan Mental lewat Family Time
Rocky Gerung Soroti Retaknya Hubungan Negara dan Rakyat, Muncul Paradok Kepercayaan
11 Tafsir Mimpi Bayi yang Bisa Mengubah Hidupmu
PERMANU Dukung Penuh KH Ahmad Zulfa Pimpin PBNU, Desak Rekonsiliasi Internal Segera Dilakukan
Diduga Salah Injak Pedal, Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa SD Kalibaru 01
Jadi Pahlawan bagi Persib di ACL Two, Ramon Tanque Ungkap Tekad Besarnya
Calon Lawan Persib di Babak 16 Besar ACL Two, Ada Tim Raksasa Korea Selatan
JADWAL MasterChef Indonesia Season 13: Mengenal Dua Juri Baru Pendamping Chef Juna
PROFIL Juri MasterChef Indonesia Season 13, Chef Juna Didampingi Rekan Baru