Rocky Gerung Soroti Retaknya Hubungan Negara dan Rakyat, Muncul Paradok Kepercayaan

photo author
Ridwan Mubarok, Journal Nusantara
- Kamis, 11 Desember 2025 | 15:47 WIB
Pengamat politik RocFoto : Pengamat politik Rocky Gerung menilai situasi saat ini sebagai sebuah paradoks yang memperlihatkan jurang kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.
Pengamat politik RocFoto : Pengamat politik Rocky Gerung menilai situasi saat ini sebagai sebuah paradoks yang memperlihatkan jurang kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.

JOURNALNUSANTARA.COM -- Situasi saat ini dimana bencana alam melanda anak negeri, Sang Filosof Rocky Gerung berpendapag bahwa situasi saat ini sebagai sebuah paradoks yang memperlihatkan jurang kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.

banyaknya warga negara yang peduli terhadap saudara sebangsanya, menjadi indikasi bahwa untuk menjadi baik tidak harus berada di dalam lingkar pemerintahan. Terbukti banyak penghimpun donasi yang bergerak lebih awal, dan dipercaya masyarakat untuk menyalurkan bantuan ke Sumatera.

Gelombang donasi yang dikumpulkan secara masif untuk korban banjir dan tanah longsor di Sumatra kembali memantik diskusi intens mengenai kondisi sosial politik Indonesia.

Pengumpulan dana yang dipimpin oleh content creator Ferry Irwandi atau Praz Teguh bukan hanya mencerminkan solidaritas publik, tetapi juga dianggap memperlihatkan dinamika kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Baca Juga: Rutinitas Pagi yang Meningkatkan Kesehatan Mental Anda

Pengamat politik Rocky Gerung menilai situasi ini sebagai sebuah paradoks yang memperlihatkan jurang kepercayaan antara pemerintah dan rakyat.

Dalam pandangannya, fenomena ini menjadi cermin bahwa nilai kemanusiaan justru berkembang lebih kuat di luar lingkaran negara.

Dalam dialognya di kanal Hersubeno Point pada Kamis malam, 4 Desember 2025, Rocky menyebut bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya menggambarkan kerusakan lingkungan.

Ia melihat bencana ini juga memperlihatkan rapuhnya hubungan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah.

Rocky menekankan bahwa perbandingan antara kemampuan negara dalam mengumpulkan pajak dengan antusiasme publik dalam memberikan donasi menunjukkan ketimpangan yang begitu jelas.

Baca Juga: Tiga KItab Kuning Fikih Rumah Tangga Salahsatunya FIkih Tentang Seks

Ia menggambarkan bahwa upaya negara menarik pajak seringkali berjalan lambat dan penuh tantangan.

“Kita lihat sebuah paradoks. Pemerintah tampak kewalahan untuk mengumpulkan pajak demi pembiayaan pembangunan,” ujar Rocky dalam video yang kemudian menjadi viral, dikutip pada Kamis, 11 Desember 2025.

Sementara pemerintah kesulitan menghimpun pajak, Rocky menyoroti betapa cepat dan besarnya donasi yang masuk melalui kanal pribadi Ferry Irwandi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X