JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA - Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PERMANU) menyatakan dukungan penuh terhadap Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Zulfa.
Dukungan ini ditegaskan sebagai komitmen organisasi mahasiswa NU untuk menjamin stabilitas kepemimpinan dan keberlanjutan agenda pengabdian para ulama di tubuh organisasi tersebut.
Ketua Umum Pengurus Pusat PERMANU, Muhammad Ikhsanurrizqi, menyampaikan secara langsung bahwa mahasiswa NU bertanggung jawab secara moral untuk menjaga keharmonisan organisasi. Menurutnya, langkah yang diambil oleh KH Zulfa saat ini merupakan upaya krusial untuk memastikan roda organisasi PBNU tetap berjalan efektif di tengah dinamika internal yang sedang berlangsung.
"PBNU adalah rumah besar bagi seluruh umat. Mahasiswa NU memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa rumah ini tetap berada dalam suasana yang teduh dan kondusif. Kami percaya bahwa KH Zulfa memiliki kapasitas dan kebijaksanaan untuk mengemban amanah penting ini," ujar Ikhsanurrizqi dalam keterangannya.
Lebih jauh, PERMANU mendesak kepemimpinan PBNU di bawah KH Zulfa untuk segera memprioritaskan langkah rekonsiliasi total. Ikhsanurrizqi menekankan bahwa proses rekonsiliasi harus melibatkan seluruh elemen organisasi, baik yang berada di struktur formal maupun di kalangan kultural NU.
"Kami memandang rekonsiliasi bukan sekadar opsi, tetapi suatu keharusan yang mendesak. Ini demi menjaga marwah organisasi, mengedepankan tradisi musyawarah, dan merawat nilai-nilai jam’iyah yang selalu menjunjung tinggi persatuan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa PERMANU menyerukan kepada semua pihak agar mengutamakan silaturahmi.
PERMANU optimistis bahwa dengan rekonsiliasi yang dilakukan secara tulus, PBNU dapat memperkuat konsolidasi internal. Hal ini dinilai penting agar organisasi dapat kembali fokus penuh pada pengabdian utama mereka kepada umat dan masyarakat luas.
Selain menyatakan dukungan, PERMANU juga menegaskan kesiapan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung agenda positif PBNU dan berperan sebagai jembatan komunikasi antara generasi muda NU dengan para pemimpin organisasi.
Artikel Terkait
Takmir Mesjid Menggalang Dana, Mengedarkan Kotak Infak Saat Khutbah Jumat, Bolehkah?
Barisan Pelajar SD Saat Upacara Diseruduk Mobil MBG, 17 Korban Masuk Rumah Sakit
Rutinitas Pagi yang Meningkatkan Kesehatan Mental Anda
Nasib MGB di Tengah Banjir Aceh Dialihkan jadi Prioritas Penanganan Bencana
Karyawan ASTRA Peduli Bencana Sumatera; Dirikan 12 Posko dan Salurkan 16 Ribu Paket Bantuan
Tiga KItab Kuning Fikih Rumah Tangga Salahsatunya FIkih Tentang Seks
Menag Nasaruddin Umar Peringati Hakordia 2025, Tegaskan Integritas jadi Identitas ASN
Menciptakan Kenangan dan Kesejahteraan Mental lewat Family Time
Rocky Gerung Soroti Retaknya Hubungan Negara dan Rakyat, Muncul Paradok Kepercayaan
11 Tafsir Mimpi Bayi yang Bisa Mengubah Hidupmu