Oleh: Munawir Kamaluddin
Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri, mengapa sebagian manusia merasa asing dari tubuh mereka? Mengapa ada individu yang mencari identitas baru, seolah identitas yang dianugerahkan Tuhan tidaklah cukup?
Ataukah sebenarnya, di balik semua kegelisahan ini, terdapat luka yang terpendam, suara hati yang diabaikan, atau kekosongan afeksi yang tak pernah terisi, dan akhirnya semua keresahan itu diberi label baru, yaitu "orientasi seksual"?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan untuk mengajak kita melihat fenomena manusia dengan pandangan yang lebih jernih, lembut, dan mendalam. LGBTQ+ adalah singkatan yang merangkum Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, dan Queer/Questioning. Istilah ini, termasuk tanda “+” yang mencakup intersex, asexual, dan pansexual, berfungsi sebagai payung bagi beragam ekspresi dan pengalaman seksual serta gender yang berbeda dari pemahaman heteroseksual atau cisgender tradisional.
Islam selalu mengawali pembahasan tentang manusia dengan satu konsep fundamental: fitrah. Fitrah adalah rancangan ilahi yang sempurna, cetak biru kemanusiaan yang sejak awal telah ditetapkan kesuciannya dan tidak mungkin rusak. Allah berfirman:
فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
"Fitrah Allah yang Dia menciptakan manusia di atasnya.” (QS. Ar-Rum: 30)
Dalam fitrah tersebut, Allah telah menetapkan harmoni penciptaan, yaitu bahwa perempuan diciptakan sebagai pasangan bagi laki-laki, dan sebaliknya. Bukan dua laki-laki, dan bukan dua perempuan. Pernikahan dalam Islam adalah penyingkapan terhadap sunnatullah yang paling mendasar. Allah menjelaskan hal ini dengan sangat indah:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri.” (QS. Ar-Rum: 21)
Ketika tatanan ini diabaikan, manusia kehilangan arah, bukan karena ia secara inheren jahat, tetapi karena ia keluar dari jalur yang menjanjikan ketenangan jiwa. Dari sinilah muncul pertanyaan inti: benarkah LGBTQ+ adalah bawaan lahir? Apakah ini bagian dari takdir genetik manusia?
Ilmu pengetahuan modern, meskipun sering disalahartikan, justru memberikan kesimpulan yang bertolak belakang. Dalam riset genom terbesar yang dipublikasikan oleh jurnal Science pada tahun 2019, para ilmuwan menegaskan bahwa tidak ada gen tunggal yang menentukan orientasi seksual. Yang ditemukan adalah kombinasi kompleks dari:
Faktor psikologis.
Artikel Terkait
Menag Nasaruddin Umar Peringati Hakordia 2025, Tegaskan Integritas jadi Identitas ASN
Menciptakan Kenangan dan Kesejahteraan Mental lewat Family Time
Rocky Gerung Soroti Retaknya Hubungan Negara dan Rakyat, Muncul Paradok Kepercayaan
11 Tafsir Mimpi Bayi yang Bisa Mengubah Hidupmu
PERMANU Dukung Penuh KH Ahmad Zulfa Pimpin PBNU, Desak Rekonsiliasi Internal Segera Dilakukan
Diduga Salah Injak Pedal, Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa SD Kalibaru 01
Jadi Pahlawan bagi Persib di ACL Two, Ramon Tanque Ungkap Tekad Besarnya
Calon Lawan Persib di Babak 16 Besar ACL Two, Ada Tim Raksasa Korea Selatan
JADWAL MasterChef Indonesia Season 13: Mengenal Dua Juri Baru Pendamping Chef Juna
PROFIL Juri MasterChef Indonesia Season 13, Chef Juna Didampingi Rekan Baru