JournalNusantata.com - Suasana pagi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalibaru 01 Calingcing Jakarta Utara mendadak berubah mencekam, setelah sebuah mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos masuk ke halaman sekolah dan menabrak puluhan siswa yang tengah beraktivitas.
Baca Juga: PERMANU Dukung Penuh KH Ahmad Zulfa Pimpin PBNU, Desak Rekonsiliasi Internal Segera Dilakukan
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (11/12) sekitar pukul 07.39 WIB. Sehingga mengakibatkan 20 orang terluka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru.
Sopir mobil Gran Max berinisial AI, yang mengemudikan kendaraan tersebut, kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Dalam keterangan awalnya, AI mengaku hendak menghentikan mobil di tanjakan menuju gerbang sekolah. Namun, saat mencoba menginjak pedal rem lebih dalam, ia tidak sadar bahwa pedal yang diinjak justru pedal gas.
Baca Juga: 11 Tafsir Mimpi Bayi yang Bisa Mengubah Hidupmu
Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri menegaskan bahwa keterangan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab final. Polisi masih mendalami pengakuan AI sekaligus memeriksa kernetnya, MRR, serta melanjutkan olah tempat kejadian perkara di lokasi.
“Ini keterangan sementara, belum final. Dia mau berhenti di tanjakan, katanya remnya tidak pakem. Saat menginjak pedal lebih dalam, yang diinjak ternyata gas,” ujar Bobi.
Akibat kesalahan injak pedal tersebut, mobil melaju tanpa kendali, menabrak pagar sekolah, lalu menerobos masuk ke lapangan tempat para siswa sedang beraktivitas pagi. Benturan keras membuat sejumlah anak tersungkur dan berteriak ketakutan, sementara guru yang berada di lokasi pun ikut tersambar kendaraan.
Baca Juga: Menciptakan Kenangan dan Kesejahteraan Mental lewat Family Time
Menurut data sementara, lima korban langsung dibawa ke RS Koja, sedangkan 14 siswa lainnya mendapat perawatan di RSUD Cilincing. Satu korban lain dirujuk ke puskesmas terdekat. Pihak sekolah dan orang tua murid berkumpul di lokasi, memastikan kondisi anak-anak yang menjadi korban.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut angkat suara setelah menjenguk para korban di RSUD Koja. Ia menjelaskan bahwa mobil pengantar MBG memang rutin datang ke sekolah tersebut setiap hari. Namun pada hari kejadian, sopir mobil digantikan oleh orang lain.
“Mobil ini tiap hari mengantar makanan. Hari ini sopirnya ganti, dan mobil masuk dengan kecepatan tidak terkontrol karena pintu sekolah tertutup,” ujar Pramono.
Hingga kini, penyidik Polsek Cilincing masih mengusut apakah insiden ini murni kesalahan manusia, melibatkan masalah teknis pada kendaraan, atau ada faktor lain yang memicu kecelakaan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya dan meminta proses investigasi dilakukan secara transparan.
Sementara itu, suasana SDN Kalibaru 01 Pagi masih diselimuti rasa trauma. Aktivitas sekolah berjalan terbatas, dan pihak sekolah menyediakan pendampingan bagi siswa yang mengalami guncangan psikologis akibat kejadian tersebut.