Benarkah Orientasi Seksual Menyimpang Adalah Bawaan Lahir? Perspektif Sains dan Fitrah Ilahi

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 12 Desember 2025 | 04:58 WIB
 Ilustrasi Polri cari alat deteksi anggota terindikasi LGBT./net
Ilustrasi Polri cari alat deteksi anggota terindikasi LGBT./net

Banyak kasus LGBTQ+ berakar pada pengalaman pahit, kekerasan seksual saat kecil, depresi, penolakan orang tua, lingkungan yang buruk, hingga paparan konten seksual yang terlalu dini. Orang yang berbuat salah terkadang hanyalah orang yang belum menemukan jati dirinya. Karena itu, Allah memerintahkan pendekatan dakwah dengan kasih sayang:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)

Nabi bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ وَلَا مُعَسِّرِينَ

“Kalian diutus untuk memudahkan, bukan mempersulit.” (HR. Bukhari)

Maknanya, dakwah adalah tentang membuka jendela, bukan menutup pintu; memulihkan, bukan menghakimi; membimbing dengan kasih, bukan memaksa. Mereka yang terjerat penyimpangan masih memiliki jalan pulang yang luas. Allah sendiri berfirman, menawarkan harapan bagi mereka yang ingin kembali:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Menyembuhkan fenomena ini tidak dimulai dari hukuman, tetapi dari pemulihan jiwa, mengembalikan manusia kepada fitrah yang sempat terlupakan. Proses ini menuntut pendekatan komprehensif:

Penguatan iman dan spiritualitas.

Terapi psikologis bagi mereka yang terluka.

Pembenahan relasi dan keutuhan keluarga.

Penjagaan lingkungan dan media dari konten yang merusak.

Dakwah yang disampaikan dengan kelembutan tulus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X