Mereformasi tata niaga pascapanen agar tercipta harga yang adil di tingkat petani.
Meninjau ulang kebijakan PPN pertanian agar tidak menambah beban petani kecil.
Petani tidak butuh julukan “pahlawan” yang hanya hidup dalam baliho. Mereka butuh tanah yang terlindungi, harga panen yang layak, dan kebijakan negara yang berpihak. Tanpa itu semua, Hari Tani hanyalah upacara hampa sebuah peringatan atas bagaimana bangsa ini pandai memberi gelar, tetapi gagal memberi keadilan.
Artikel Terkait
Kang Lepi Serap Aspirasi Warga, Tiga Isu Utama Jadi Prioritas
RDP DPRD Cianjur Bahas Defisit dan Konsistensi APBD bersama Civil Society
Mutiara Pagi: Semua telah Digarisakan (Bagian 1972)
Petani Turun ke Jalan
Audiensi Berulang Kali Ditunda, Perkim Cianjur Dituding Abaikan Aspirasi Warga
Lari Sehat untuk Harapan Baru, Alumni FKUI Gelar Acara Amal Bantu Cianjur
Mutiara Pagi: Ikhlas Kunci Sejati (Bagian 1973)
Kebaikan yang Kembali, Menolong Sesama untuk Mengundang Pertolongan Ilahi
Menguatkan Fondasi Bisnis dengan Spiritual, Kuliah Umum UIN Surabaya Hadirkan Kaprodi MD UIN Bandung
Bangsa Miring