Penyebaran Berita Bohong dan Kebencian

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 14 September 2025 | 12:00 WIB
Didampingi pengacara Minola Sebayang, presenter Ruben Onsu melaporkan aku n yang menyebarkan berita bohong dan melakukan perundungan terhadap putrinya ke Polda Metro Jaya. (instagram @minola6000)
Didampingi pengacara Minola Sebayang, presenter Ruben Onsu melaporkan aku n yang menyebarkan berita bohong dan melakukan perundungan terhadap putrinya ke Polda Metro Jaya. (instagram @minola6000)

Dampak Kebohongan

Secara sosial, hoaks menghancurkan trust capital, modal utama membangun bangsa. Kepercayaan runtuh, solidaritas terkoyak, masyarakat terbelah.

Secara spiritual, penjual kabar bohong sejatinya menukar amanah Allah dengan kepentingan dunia yang sepele. Allah berfirman:

وَلَا تَشْتَرُوا۟ بِعَهْدِ ٱللَّهِ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۚ
“Dan janganlah kamu menukar perjanjian Allah dengan harga yang sedikit.” (QS. An-Nahl: 95)

Secara filosofis, kebohongan adalah pengkhianatan terhadap realitas. Jika terus diproduksi, manusia kehilangan arah dan tak mampu lagi membedakan antara yang hakiki dan yang semu.

Solusi yang Harus Ditempuh

Menghidupkan kesadaran spiritual. Nabi SAW. bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim)

Artinya, setiap kata adalah amanah, setiap kalimat adalah ujian iman.

Menumbuhkan etika digital Islami. Literasi digital bukan hanya soal teknologi, melainkan juga akhlak. Generasi muda harus diajarkan tabayyun sebelum menyebarkan informasi.

Membangun sanksi moral dan sosial. Penyebar hoaks bukan “pekerja biasa”, tetapi pengkhianat amanah publik. Norma masyarakat harus tegas menolak kebohongan sebagai profesi yang lumrah.

Kembali ke budaya silaturahim dan tabayyun. Allah berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۭ بِنَبَإٍۢ فَتَبَيَّنُوٓا
“Wahai orang-orang beriman, jika datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah kebenarannya.” (QS. Al-Ḥujurāt: 6)

Penutup

Menyelamatkan generasi bukan tugas sesaat, melainkan perjalanan panjang menumbuhkan iman, akhlak, dan kecerdasan berpikir. Kita harus meyakinkan pemuda bahwa kehormatan jauh lebih berharga daripada uang, dan bahwa kebenaran meski pahit tetaplah cahaya penyelamat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X