(Suatu siang Bersama Mas Wakapolri: Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo)
Waktu berputar, musim silih berganti,
namun persahabatan tetap abadi
Di tengah hiruk-pikuk pangkat dan jabatan,
kau tetap hadir dengan senyum menyejukkan
Pertemuan ini bagai puisi kehidupan,
yang kutulis dengan tinta kesetiaan
Bahwa sahabat sejati tak pernah hilang,
hanya menunggu waktu yang akan datang
Tak ada jarak, tak ada sekat,
sebagai sahabat, kau tetap hangat
Bercerita tentang masa silam,
bagai cahaya kembali hadir dalam malam
Waktu bergulir, seperti angin di musim semi,
membawa kita pada pertemuan yang penuh arti
Di balik gemerlap tanda kehormatan
Di dalamnya tersimpan cahaya kerendahatian
Pertemuan ini ‘kan kutitip pada sejarah,
sebagai mutiara yang takkan punah
Sahabat lama yang kini pemimpin bangsa,
tetaplah bersinar dalam cahaya cinta
Aku pun belajar dari pertemuan ini
bahwa kejayaan sejati ada di dalam hati
Bukan pangkat yang membuat kita mulia,
tetapi kerendahan hati dan menghargai sesama
Jakarta, 13 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Purbaya Yudhi Sadewa, Pemimpin Perang Melawan Perampokan SDA
Mutiara Pagi: Menyulam Kata (Bagian 1960)
Sulitnya Menurunkan Harga Beras di Tengah Surplus Produksi
Fathan Mubarak, Impian Mengharumkan Nama Bangsa dengan Budaya
Kritik Terhadap Mazhab Sunni: Mengapa Fikih Tidak Kritis pada Penguasa?
Demokrasi di Persimpangan, Antara Representasi Rakyat dan Oligarki Politik
Mutiara Pagi: Bahasa adalah Titian (Bagian 1961)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Kematian, Pengingat Abadi Akan Fana-nya Dunia (Bagian 4)
Refleksi Saeculum Obscurum Abad 10 di Eropa dengan Keadaan Indonesia Sekarang
Jembatan Nurani Bangsa, Prabowo dan Para Tokoh Senior Bertukar Pikiran di Istana