Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Kematian, Pengingat Abadi Akan Fana-nya Dunia (Bagian 4)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 12 September 2025 | 06:08 WIB
ilustrasi keranda mayat.
ilustrasi keranda mayat.

Kematian adalah misteri terbesar dalam hidup manusia. Ia hadir tanpa bisa diprediksi, datang tanpa kompromi, dan tak seorang pun mampu menghindarinya.

Sejak awal kehidupan, manusia berjalan menuju satu kepastian berakhirnya napas. Namun, sering kali kematian justru dipandang semata sebagai akhir, padahal ia bisa menjadi cermin untuk menata kehidupan.

Ketika mendengar kabar duka, manusia diingatkan bahwa waktu begitu singkat. Harta, jabatan, maupun popularitas kehilangan makna di hadapan kematian.

Yang tersisa hanyalah jejak perbuatan dan kebaikan yang pernah ditanam. Itulah sebabnya, agama menekankan pentingnya mengingat mati agar manusia lebih bijak dalam melangkah.

Kematian juga mengajarkan kesetaraan. Tidak ada bedanya antara raja dan rakyat, kaya maupun miskin, semua akan berbaring di tempat yang sama.

Dari sini, kita belajar kerendahan hati bahwa kesombongan hanya ilusi, sebab pada akhirnya setiap orang akan kembali menjadi tanah.

Namun, kematian bukan semata duka. Ia dapat menjadi pengingat untuk menghargai setiap detik kehidupan.

Jika hidup dianggap perjalanan, maka kematian adalah gerbang menuju babak berikutnya, entah berupa kenangan yang abadi di hati orang lain atau keyakinan akan kehidupan setelah dunia.

Dengan menyadari kematian, manusia diajak untuk hidup lebih penuh, lebih bermakna, dan lebih peduli. Sebab pada akhirnya, bukan panjangnya umur yang akan dikenang, melainkan seberapa dalam kita memberi arti bagi sesama.

Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB

Obor Hijriah Perangi Korupsi

Selasa, 16 Juni 2026 | 20:05 WIB
X