Journalnusantara.com, Padang - Fathan Mubarak, seorang pelajar berusia 16 tahun asal Kota Padang, membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berprestasi dan menginspirasi.
Berbekal kecintaan mendalam pada budaya dan alam Sumatera Barat, Fathan berhasil meraih dua gelar prestisius sekaligus, yakni Putera Pesona Prestasi Indonesia 2025 dan Putera Budaya Nusantara Sumatera Barat 2025.
Prestasinya ini menjadi cerminan dari semangatnya yang luar biasa dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Dalam sebuah kesempatan, Fathan menceritakan singkat perjalanannya. "Perjalanan saya tidaklah mudah," ujarnya. Ia memulai langkahnya dengan mengembangkan minat pada budaya melalui berbagai kegiatan sosial, seni, dan pariwisata.
Dengan kerja keras dan keyakinan, ia ingin membuktikan bahwa melestarikan budaya dapat selaras dengan perkembangan zaman.
Baginya, "Budaya adalah jati diri kita, sedangkan pariwisata adalah jalan untuk memperkenalkannya ke dunia."
Dua ajang yang dimenanginya memiliki fokus yang berbeda namun sejalan dengan visi Fathan. Putera Pesona Prestasi Indonesia merupakan kompetisi yang menitikberatkan pada isu pendidikan, sosial, dan pariwisata, sementara Putera Budaya Nusantara berfokus pada pembahasan masalah budaya.
"Kemenangan ganda ini menegaskan komitmen saya dalam menyuarakan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi bangsa," katanya, Kamis (11/9/2025).
Fathan berharap, melalui upayanya, Sumatera Barat dan Indonesia semakin dikenal dunia, tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan budayanya yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Membangun Kesadaran Kritis sebagai Fondasi Pandangan Hidup Positif untuk Membangun Negeri
Pepeling Diri: Hanya Ada Dua Pilihan
Antara Baja dan Beton, Mana yang Lebih Efisien?
Mutiara Pagi: Hati yang Damai (Bagian 1959)
Purbaya Yudhi Sadewa, Pemimpin Perang Melawan Perampokan SDA
Peringatan Serangan Israel di Gaza City dan Perintah Evakuasi
Rujak Purbaya, Antara Celetukan Sederhana dan Perang Besar Melawan Kebocoran Ekonomi
Alfamart dan Zwitsal Hadirkan Layanan Sahabat Posyandu untuk Ibu dan Anak di 34 Kota
Mutiara Pagi: Menyulam Kata (Bagian 1960)
Sulitnya Menurunkan Harga Beras di Tengah Surplus Produksi