Semakin banyak hati berterima kasih,
semakin damai langkah yang dilalui
Meski ada beban berat yang harus dipilih,
bisa disangga dengan ketulusan hati
Hati yang damai ibarat mata air,
takkan habis meski terus mengalir,
menyejukkan jiwa tanpa henti,
menyuburkan kasih yang kita miliki
Hati yang damai,
seperti ombak di tengah samudera,
ia teduh di tengah badai,
meski langit kadang murka
Hati yang damai,
ibarat bulan di langit malam,
meski bintang berarak ramai,
tetap menghiasi keindahan alam
Hati yang damai ibarat bunga,
ia tumbuh tanpa diminta
Dapat membuat semesta tersenyum,
seperti bunga melati yang mekar harum
Bukan emas, bukan permata,
Bukan kedudukan, bukanlah harta,
tapi hati yang damai, penuh cinta,
yang membuat hidup terasa sempurna
Maka biarlah hati ini bersaksi,
bahwa damai adalah kunci,
Atas anugerah Sang Pencipta,
yang setiap hari kita terima
Malang, 10 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Sebuah Janji (Bagian 1957)
Jabar Surganya Artis
LAZIA Resmi Mengantongi SK, Siap Maksimalkan Potensi Zakat untuk Umat
Geng Remaja Berandal Diringkus Polisi Karangampel, Niat Tawuran Berujung Bui!
Jaringan Intelektual Muda Laporkan Ketua DPRD Cianjur ke MKD
Membangun Kesadaran Kritis sebagai Fondasi Pandangan Hidup Positif untuk Membangun Negeri
Pepeling Diri: Hanya Ada Dua Pilihan
PCNU Cianjur Gelar Kajian Fikih Perempuan, Kupas Tuntas Hukum Wudhu dengan Makeup Waterproof
Mutiara Pagi: Dalam Cahaya Hikmah (Bagian 1958)
Antara Baja dan Beton, Mana yang Lebih Efisien?