Apakah Ormas Bisa Diperbaiki?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 23 Juli 2025 | 04:38 WIB
Ilustrasi Ormas.
Ilustrasi Ormas.


Oleh: Yudi Latif

Saudaraku, Ormas pernah lahir dari denyut nurani rakyat tumbuh dari luka, hidup dari harapan. Bukan alat kekuasaan, melainkan gema kemerdekaan.

Bukan kendaraan rente, tapi penjaga nalar dan kepedulian. Ia hadir untuk menguatkan masyarakat, bukan menindihnya; menyalakan solidaritas, bukan menumpuk kekuasaan.

Namun kini, banyak ormas kehilangan ruh.

Di ranah politik, mereka tak lagi menjaga jarak, tapi berebut panggung. Menjelma pseudo orpol organisasi sipil yang berlagak partai.

Mengaku relawan, tapi lapar jabatan. Bukan penyeimbang negara, melainkan penyokong elite. Kemandirian digadaikan demi kedekatan suara rakyat ditukar patronase.

Di bidang ekonomi, mereka kerap mengganggu dunia usaha memalak pengusaha atas nama rakyat, menjadikan tekanan sosial sebagai alat tawar.

Mereka terjun ke tambang tanpa peduli kerusakan ekologis. Tak ada komitmen pada ekonomi inovatif yang berkeberlanjutan.

Yang disokong justru ekonomi ekstraktif yang menggerus sumber daya. Mereka lebih setia pada kekuasaan ketimbang pemberdayaan membela pemodal kuat, bukan yang lemah.

Dalam kehidupan sosial, sebagian ormas menjelma pangkal gaduh. Menyulut tawuran, intoleransi, dan intimidasi.

Mereka berebut wilayah pengaruh dan kavling jarahan menekan warga, memaksakan kehendak atas nama identitas kelompok.

Di tengah masyarakat yang rindu keteduhan, mereka menabur ketakutan.

Maka, kita pun bertanya:
Masih mungkinkah ormas diperbaiki? Atau sudah terlalu jauh menyimpang dari akar idealismenya?

Yang dibutuhkan bukan pembubaran, melainkan pembaruan. Ormas harus kembali menjadi ruang sukarela yang mencerahkan bukan mesin rente.

Penjaga kewarasan nalar publik, bukan pengeruh opini. Pelindung warga, bukan pengancam dan perpanjangan kuasa.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Mbah Batako

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X