Jangan remehkan selfie,
di dalamnya ada manusia
Sedang mencoba mengenali diri,
siapa mereka yang sebenarnya
Jangan langsung mencibir
Mungkin itu caranya hadir
Di dunia yang penuh empati
tapi jarang untuk dipahami
Terkadang selfie adalah doa
Lewat komentar yang melihatnya
“Semoga dia bahagia,
meski tidak selalu tampak bahagia
Semoga dia kuat,
meski tidak selalu tampak kuat”
Semua punya narasi,
tentang dirinya sendiri
Mulai harapan dan pencapaian
Atau kebahagiaan yang ia rasakan
Sebab hakikat kehidupan,
tak hanya tumbuh dari tawa
Tapi juga dari keberanian,
untuk menutupi rasa kecewa
Pejabat selfie,
pedagang kecil selfie,
guru pun selfie,
santri pun selfie,
bahkan pengemis juga selfie
Meski kadang tersenyum malu-malu,
saat difoto bersama para dermawan itu
Malang, 22 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mengurai Mitos Penyakit Lansia: Direktur RS Beijing Ungkap Penuaan adalah Proses Normal, Bukan Selalu Penyakit
Mbah Batako
Apakah Indonesia Bisa Diperbaiki?
Mutiara Pagi: Tangan Ibu (Bagian 1907)
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur Bersinergi dengan Warga Desa Sukakerta melalui Kegiatan Keagamaan
Bisakah Politik Diluruskan?
Menjalankan Amanah, Cermin Kejujuran dan Tanggung Jawab
Menikmati Keindahan Alam di Puncak, Ketenangan yang Menyegarkan Jiwa
Menyeimbangkan Kewajiban dan Hak, Kunci Kehidupan yang Adil dan Harmonis
Mutiara Pagi: Ada Satu Kata: Ibu (Bagian 1908)