Dalam satu kata,
ada cinta tanpa syarat,
ada doa yang teramat dahsyat,
ada air mata yang tak minta dilihat,
dan senyum yang bertahan,
di sepanjang kehidupan: ibu
Ibu adalah semesta,
yang tak butuh peta
Ibu adalah jalan pulang,
setelah perjalanan panjang
Cintanya tak pernah menagih balas
Hadir dalam bisikan yang sangat ikhlas
Dalam rindu yang menyelinap diam-diam
Di antara pagi, siang, dan malam
Dunia takkan pernah kehabisan kata,
takkan pernah kehilangan makna
Dari anak-anak yang tahu cara mencintai,
dan menghormati ibundanya sendiri
Dunia takkan pernah kehabisan harapan,
takkan pernah kehilangan rido Tuhan
Selama masih ada satu lidah
yang bergetar menyebut tanpa lelah
Mencintainya,
tak harus dengan bersuara
Kadang cukup dengan satu kata
Yang terucap di dalam dada:
ibu
Malang, 21 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
LBH Cianjur Gelar Mubes, Undang Para Aktivis dan Tokoh Nasional
Mutiara Pagi: Merespon Zaman (Bagian 1906)
Lika-Liku Mahbub Djunaidi : Dari HMI ke PMII
Mengurai Mitos Penyakit Lansia: Direktur RS Beijing Ungkap Penuaan adalah Proses Normal, Bukan Selalu Penyakit
Apakah Indonesia Bisa Diperbaiki?
Menikmati Liburan yang Menyenangkan di Puncak
Fathan Mubarak, Juara Putera Pesona Prestasi Indonesia 2025 Gencarkan Perjuangan Hak Anak dan Perempuan di Sumatera Barat
Mutiara Pagi: Tangan Ibu (Bagian 1907)
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur Bersinergi dengan Warga Desa Sukakerta melalui Kegiatan Keagamaan
Bisakah Politik Diluruskan?