Rahasia Ketenangan yang Hilang di Tengah Kesibukan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 8 Juli 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi ketenangan hati dan pikiran. (freepik/vecstock)
Ilustrasi ketenangan hati dan pikiran. (freepik/vecstock)

Oleh: Munawir Kamaluddin

Pernahkah kau merasa lelah, tapi tak tahu sebabnya? Pernahkah kau berjalan jauh, tapi justru kehilangan arah? Dan pernahkah kau tersenyum, namun hatimu tak turut serta?

Hidup bukan sekadar langkah-langkah tergesa mengejar pencapaian. Ia adalah perjalanan spiritual yang sesekali perlu jeda.

Bukan untuk berhenti selamanya, tetapi agar kita tidak lupa bahwa jiwa pun butuh dirawat, sebagaimana tubuh yang lelah pun perlu dipulihkan.

Kita bukan mesin. Kita adalah manusia makhluk bernapas yang punya batas. Kita diciptakan dengan kelemahan, bukan sebagai cela, tetapi sebagai pelajaran:
bahwa kadang, mundur selangkah adalah cara terbaik untuk melompat lebih jauh.

Rahmat dalam Kelemahan

Allah berfirman:

وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا
“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah.” (QS. An-Nisa: 28)

Di balik kelemahan itu, ada pesan:
Kau butuh jeda. Bukan hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk ruh, hati, dan pikiran yang mulai penat.

Jangan tunggu stres menjadi badai baru kau mencari teduh. Karena Islam sejak awal sudah menawarkan naungan itu.
Sebuah konsep agung bernama ترويح (tarwīḥ) penyegaran jiwa.

Tubuhmu Punya Hak Atas Dirimu

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“Sesungguhnya tubuhmu punya hak atas dirimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lelah bukan musuh. Ia justru sahabat,
yang mengingatkan bahwa kita telah terlalu lama berlari, terlalu sering lupa menikmati langit, melupakan desir angin, atau tawa anak-anak yang dulu membuat kita tersenyum tanpa sebab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X