Indonesia Adalah Outlier dalam Peta Global Pendidikan Guru

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 7 Juli 2025 | 13:00 WIB
Bulan depan, guru Pensiunan PNS bakalan dapat tunjangan Segede ini. (Instagram @taspen)
Bulan depan, guru Pensiunan PNS bakalan dapat tunjangan Segede ini. (Instagram @taspen)

Refleksi 44 Hari Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Coba bayangkan sebentar: Anda seorang peneliti pendidikan dari UNESCO yang ditugaskan melakukan studi komparatif sistem pendidikan guru di lima negara Singapura, Finlandia, Jepang, China, dan Indonesia. Setelah berbulan-bulan mengumpulkan data HDI, skor PISA, investasi pendidikan, dan gaji guru, Anda menemukan satu pola yang mengejutkan.

Empat negara pertama menunjukkan korelasi kuat antara kontrol kualitas sistem pendidikan guru dengan outcome pendidikan nasional. Singapura dengan sentralisasi ekstrem melalui NIE meraih skor PISA 560.

Finlandia dengan selektivitas 10% mencapai HDI 0.948. China dengan sistem "Normal Universities" yang terkontrol menunjukkan kemajuan konsisten.

Lalu ada Indonesia sebuah outlier yang menonjol seperti titik merah di tengah grafik biru. Sistem ultra-liberal dengan lebih dari 400 LPTK, HDI 0.728, skor PISA 371, dan paradoks yang menggigit masyarakat sangat menghormati guru (peringkat ke-5 dunia dalam Teacher Status Index), namun guru honorer digaji hanya sekitar $30 USD per bulan lebih rendah dari upah minimum buruh pabrik.

Inilah potret Indonesia di cermin dunia negara yang mencintai guru dalam retorika, namun mengkhianati mereka dalam kehidupan nyata.

Angka Adalah Hakim yang Kejam

Jika data bisa berbicara, mereka akan berteriak tentang ketimpangan sistemik yang menganga antara Indonesia dan dunia. Mari biarkan angka-angka ini menjadi saksi bisu atas realitas yang sulit dibantah.

Human Development Index: Indonesia di Ekor Peloton

HDI 2023 menunjukkan posisi yang menyobekkan hati:

Finlandia: 0.948 (Peringkat 11)

Singapura: 0.946 (Peringkat 12)

Jepang: 0.925 (Peringkat 25)

China: 0.797 (Peringkat ~80)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X