Journalnusantara.com, Cianjur – Kampung Budaya Padi Pandanwangi menjadi saksi meriahnya Grand Final Pasanggiri Duta Kampus STAI Al-Azhary Cianjur yang digelar dengan penuh semangat dan nuansa kebudayaan.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Azhary Cianjur, sebagai upaya mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang kepemimpinan, budaya, dan pariwisata, Kamis (3/7/2025)
Vani Zakiyah, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa Pasanggiri Duta Kampus adalah bentuk konkret partisipasi mahasiswa dalam membangun citra positif kampus dan daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga pembentukan karakter, keberanian tampil, dan dedikasi untuk daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DEMA STAI Al-Azhary Cianjur, Fauzi Rohmat, menekankan bahwa Duta Kampus yang terpilih diharapkan mampu menjadi representasi kelas masing-masing dan menjadi garda depan dalam menyukseskan program-program unggulan kampus serta promosi wisata daerah.
“Pasanggiri ini bukan hanya pencarian figur, tetapi penyemaian peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan,” ujarnya.
Apresiasi tinggi juga diberikan oleh Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan, H. Asep Zaenal Muttaqin, M.Ag., yang mengapresiasi sinergi positif antara mahasiswa dan Disbudpar.
“Kami sangat bangga, karena kegiatan ini mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa ikut serta dalam pengembangan masyarakat melalui bidang budaya dan pariwisata,” tuturnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Tita Rosilawati, Kabid Pemasaran Disbudpar Cianjur, yang juga memberikan sambutan hangat. Dalam pidatonya, Tita menyampaikan apresiasi atas inisiatif DEMA yang telah menggagas kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dalam mempromosikan pariwisata daerah melalui peran generasi muda. Harapan kami, para Duta Kampus nantinya bisa menjadi duta budaya dan pariwisata yang aktif dan inovatif,” ujar Tita sekaligus membuka secara resmi acara tersebut.
Grand Final ini dimeriahkan dengan penampilan seni tradisional, sesi catwalk, unjuk bakat finalia dan pengumuman duta terpilih.
Pemilihan Kampung Budaya Padi Pandanwangi sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat tepat, karena menghadirkan nuansa lokalitas yang kuat dan menyatu dengan semangat acara.
Artikel Terkait
Technische Hoogeschool Bandung, Cikal Bakal Institut Teknologi Bandung
Ajaran Yahudi: Di antara Monoteisme Ketat dan Etnosentrisme Teologis
Mutiara Pagi: Jejak Para Bijak (Bagian 1893)
LRT Jakarta Fase 1B: Progres Pesat, Konektivitas Jakarta Kian Terwujud!
Tuntas Semester 2 Doktoral MPI, Fondasi Inovasi dan Akselerasi Pendidikan Berbasis Digital
RAT KSU YAHATI: “Koperasi Kuat, Anggota Sejahtera”
Ledakan Bom Ketiga: Kisah Penghormatan Jepang kepada Mohammad Natsir yang Terlupakan
Mengenang Sejarah Hari Asyura
Indonesia Adalah Outlier dalam Peta Global Pendidikan Guru
Mutiara Pagi: Keinginan (Bagian 1894)