Secara umum, hijrah melibatkan perubahan signifikan dalam hidup seseorang, baik itu perubahan fisik, emosional, atau spiritual, dengan tujuan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.
Ketiga istilah kemiskinan (miskin Iman, miskin ilmu dan miskin harta) dapat menjadi sasaran program bantuan dan dukungan, baik dari segi spiritual, pendidikan, maupun ekonomi. Bantuan dan dukungan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan efektif untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Mengisi dan memperingati Hijrah tidak hanya bersipat repetitif (seremonial belaka), harus dijadikan momentum Jihad khususnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Dalam konteks bantuan sosial, fakir dan miskin seringkali menjadi sasaran program bantuan Pemerintah, juga lembaga sosial keagamaan, seperti zakat, infaq, dan sedekah. Bantuan ini bertujuan untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
28 Juni 2025/1447 H
*Pemerhati di Bengkel Politik Cianjur (BPC)
Artikel Terkait
No Viral No Justice : Ketika Keadilan Bergantung Pada Warganet
Masyarakat Sambut Meriah 1 Muharram di Seluruh Indonesia
Jalanan Bukan Rumah: Anak-anak Terlantar yang Kita Lupakan
Anak Muda, Ekonomi Digital, dan Tantangan Demokrasi di Era AI
Mutiara Pagi: Arogansi (Bagian 1885)
Peringati Hari Koperasi Nasional, Kopdes Sukasari Karangtengah Siapkan Doorprize dan Genjot Sosialisasi
Pernahkah kamu merasa bersalah saat beristirahat? Atau merasa gagal hanya karena tidak produktif seharian?
Menghadapi Tantangan Pluralisme di Era Digital
Mutiara Pagi: Membuang Prasangka (Bagian 1886)
Membangun Masa Depan: Pelantikan DEMA STISNU Cianjur Berintegritas sebagai Arsitek Perubahan