Masyarakat Sambut Meriah 1 Muharram di Seluruh Indonesia

photo author
Fauji Rohmat, Journal Nusantara
- Jumat, 27 Juni 2025 | 19:38 WIB

1 Muharram, yang menandai Tahun Baru Islam, disambut meriah oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Momen ini tidak hanya menjadi pengingat hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga dimaknai sebagai awal baru untuk memperbaiki diri dan mempererat ukhuwah islamiyah.

Sejak malam pergantian tahun, berbagai kegiatan keagamaan dan budaya digelar di pelosok Nusantara. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, masyarakat mengadakan pawai obor, doa bersama, serta tausiyah yang melibatkan anak-anak hingga orang tua. Tradisi ini memperlihatkan semangat kebersamaan yang tinggi dan antusiasme masyarakat dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Di Aceh dan Sumatera Barat, perayaan diwarnai dengan nuansa adat lokal yang kental, seperti pembacaan doa bersama di meunasah (surau) dan kenduri syukuran. Sementara di Jawa Tengah dan Yogyakarta, tradisi “Kirab 1 Suro” yang merupakan percampuran antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam tetap menjadi daya tarik utama. Masyarakat mengikuti arak-arakan dengan pakaian tradisional, membawa simbol-simbol kearifan lokal, dan menyertai dengan doa-doa keselamatan.

Tak kalah unik, di Lombok dan beberapa wilayah di Sulawesi, perayaan 1 Muharram diramaikan dengan lomba-lomba islami, santunan anak yatim, serta zikir akbar. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai religius, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Momentum 1 Muharram juga dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan untuk menggelar kegiatan edukatif, seperti ceramah agama, pelatihan menulis kaligrafi, hingga penggalangan dana sosial. Semangat perubahan dan refleksi diri menjadi pesan utama dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Peringatan 1 Muharram tahun ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya memaknai tahun baru Islam sebagai tradisi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan semangat hijrah, masyarakat berharap tahun yang baru membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi bangsa.

Artikel ini disusun oleh Alfi Nurfadilah dari Universitas Pamulang Fakultas Keguruan Ilmu pendidikan, sebagai syarat mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dosen pengampu Bapak Mawardi Nurullah, S. Pd., M. Pd.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fauji Rohmat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X