Journalnusantara.com - Cianjur Semarak Tahun Baru Islam 2025 di ruang lingkup Desa Maleber diwarnai pawai obor, kreasi dan kekompakan masyarakat. Warga disejumlah domisili Desa tersebut turun ke jalan secara antusias untuk melakukan pawai obor memperingati 1 Muharram 1447 H secara ramai dan semarak. Cianjur, 26 Juni 2025
Kemeriahan pawai obor juga terlihat di berbagai titik rute yang sudah di atur oleh Kepala Desa dan Ketua Pelaksana pawai obor 1 Muharram agar tidak bertabrakan dengan yang lain.
Dalam penjelasan dari Ketua Pelaksana, sekaligus delegasi dari pengurus Karangtaruna Desa Maleber, Galih Budiman, ia menuturkan serangkaian-serangkaian konsep pada acara tersebut dalam berbagai kegiatan, diantaranya; "kepemudaan yang berbalut islami, kreasi penampilan, santunan anak yatim-piatu dan tausiyah tabligh akbar," jelasnya.
Pada penjelasan yang dibeberkan oleh Ketua Pelaksana tersebut tampak dari kepengurusan Karangtaruna, termasuk Galih Budiman sendiri menginginkan untuk peran pemuda tetap berpegang teguh dalam panji ke-islaman di era modernitas, termasuk pada generasi muda-mudi, dan regenerasi seterusnya.
Dari berbagai tingkat ke-RW-an seruang lingkup Desa Maleber tampak memamerkan hasil dari berbagai kreasi yang unik dan membalut kemeriahan momentum tersebut, salah satu kreasi dari delegasi tingkat ke-RW-AN, RW003 menampilkan konsep momen 'Idul Adha' yang dibalut dengan boneka unta, kostum domba dan penampilan islami dengan pakaian seragam antara warna hitam dan putih.
Selain itu, demi menjaga dan antisipasi dengan hal yang tidak diinginkan dalan kemeriahan pawai obor di Desa Maleber, Panitia serta jajaran Desa melibatkan pihak Babinsa dan Babinmas selama perjalanan pawai. Demi menjaga keamanan pawainya yang menelusuri jalan raya tentu akan banyak anak-anak juga pesertanya, jadi harus aman dan kondusif.
Warga lainnya juga turut dalam kemeriahan malam pergantian tahun baru Islam. Tepat di depan Desa Maleber, rombongan pawai turut meramaikan suasana. Bahkan, selain obor api, ada warga yang menghias rombongan dengan membawa naga-nagaan. Selain itu, sejumlah warga juga ada yang memakai bedug dan kosidahan denga ketukan irama dan diiringi shalawat yang ikut memeriahkannya.
Uniknya, para peserta pawai obor beberapa di antaranya menggunakan kostum hantu. Selain pocong, genderuwo tuyul, ada juga kuntilanak.
Kegiatan pawai yang melintasi kantor Desa Maleber dengan menampilkan kreasi unik dan kreatif dari berbagai ke-RW-an para panitia pawai obor langsung menilai dari berbagai penampilan yang ditunjukkan, secara jelas para panitia mengapresiasi kreatifitas warga dalam memeriahkan malam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah tersebut.
Artikel Terkait
Merajut Keimanan dan Membangun Kemaslahatan
Berbeda Satu Cinta
Rekonfirmasi dan Penegasan Thariqah sebagai Warisan Walisongo
Mutiara Pagi: Khawarij Gaya Baru (Bagian 1883)
Jejak Langkah Sang Raja Agung: Prabu Siliwangi
Keluarga Harmonis, Pondasi Kebahagiaan Sejati
Membentuk Anak Saleh, Investasi Dunia Akhirat
Masa Tua, Merayakan Hikmah dan Ketenangan
Sejauh Mana PKn Menjawab Tantangan Karakter di Era yang Berubah Cepat?
Saatnya Pendidikan Kewarganegaraan Mengajarkan Keberanian Berpendapat!