Konspirasi Kebohongan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 3 Juni 2025 | 11:21 WIB
ilustarsi dua sahabat ulama salafu sholih Abu Nawas dan Imam Syafii (Freepik)
ilustarsi dua sahabat ulama salafu sholih Abu Nawas dan Imam Syafii (Freepik)

Akhirnya, Abu Nawas dipanggil menghadap Raja untuk diadili.

“Benarkah dari dalam topimu bisa terlihat surga dan bidadari?” tanya Raja.

Abu Nawas menjawab:

“Benar, Paduka. Tetapi hanya orang yang benar-benar beriman yang bisa melihatnya. Jika Paduka ingin menyaksikannya, silakan.”

Raja pun mencoba melihat. Tentu saja ia tidak melihat apa-apa. Tapi ia tahu, jika mengakui hal itu, berarti secara tidak langsung ia mengaku belum beriman. Hal ini tentu bisa mencoreng wibawanya sebagai Raja.

Maka Raja pun berseru:

“Engkau benar, Abu Nawas! Aku melihat surga dan para bidadari di dalam topimu!”

Rakyat yang menyaksikan pernyataan Raja pun terdiam. Tidak ada yang berani membantah Abu Nawas lagi, karena takut dicap belum beriman.

Konspirasi kebohongan yang ditebar Abu Nawas kini telah mendapat legitimasi dari Raja.

Abu Nawas hanya tertawa sinis dan bergumam:

"Beginilah jadinya jika ketakutan telah mengalahkan kejujuran. Kebohongan pun akan merajalela. Orang takut berkata jujur karena gengsi takut dianggap belum beriman, atau karena alasan lain yang dikemas dalam opini yang penuh kepalsuan."

Apakah “legitimasi kebohongan” seperti kisah ini pernah atau sedang kita alami di negeri kita?
Mari kita renungkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X