Pandangan ini sejalan dengan Ibn Arabi yang memandang hati manusia sebagai mir’at al-haqq (cermin kebenaran), dan Al-Farabi yang melihat akal sebagai sarana menuju sa’adah (kebahagiaan eskatologis).
Kritik terhadap Sekularisme Eksistensial
Salah satu kritik tajam Amuli diarahkan pada eksistensialisme Barat, khususnya pemikiran Sartre dan Camus, yang menurutnya terjebak dalam absurditas. Ia menulis:
Law kana insan bighayr ghayah, lakana ma’na wujudihi fahman la ma’na lahu
Jika manusia tidak memiliki tujuan, maka makna keberadaannya adalah absurditas itu sendiri
Amuli tidak menolak eksistensialisme secara total, namun membangunnya kembali dalam kerangka Qurani dan spiritual.
Keabadian sebagai Tujuan Ontologis
Bagian akhir kitab ini mengajak pembaca merenungi makna khulud, bukan sekadar hidup setelah mati, tetapi pencapaian kedekatan eksistensial dengan Tuhan.
Al-khulud huwa al-haqiqah allati yahya biha insan fi qurb Allah
Keabadian adalah kebenaran di mana manusia hidup dalam kedekatan dengan Tuhan
Dalam pandangan ini, manusia tidak sekadar homo sapiens, tetapi homo theologicus, makhluk yang wujudnya baru paripurna saat menyatu dalam cahaya Ilahi.
Penutup: Menuju Filsafat Insaniyah
Kitab Insan min al-Bad’i ila al-Khalud bukan hanya karya teologis, tetapi ajakan filosofis untuk menata kembali konsepsi manusia secara utuh: sebagai entitas biologis, rasional, spiritual, dan eskatologis.
Di tengah dunia yang cenderung materialistik, Syaikh Jawadi Amuli mengingatkan bahwa filsafat sejati adalah filsafat yang menatap langit.
Manusia adalah jembatan antara kefanaan dan keabadian
MJ Wijaya
Artikel Terkait
Lezatnya Nasi Liwet, Cita Rasa Tradisional yang Menggugah Selera
Mantai dan Santai di Pesisir Pantai
Menjaga Perbatasan, Menjaga Indonesia: Potret Kehidupan di Ujung Timur Merauke-Papua Nugini
Mutiara Pagi: Perang (Bagian 1844)
Ekoteologi dan Ketahanan Air Dunia
IPPAQI Kabupaten Cianjur Raih Juara Umum di Panggung Al-Qur'an Tingkat Jawa Barat
Mutiara Pagi: Jihad Intelektual (Bagian 1845)
Jangan Melawan Orang Cantik, Kita Akan Kalah
Kelas Desain Grafis PMII STAI Al-Azhary Cianjur Tajamkan Kreativitas
Jalan Ninja Kaesang yang Terancam Pengangguran, Menyedihkan