Oleh: MJ Wijaya
Manusia adalah makhluk yang terbentang antara tanah dan Tuhan
Syaikh Abdullah Jawadi Amuli, Insan min al-Bad’i ila al-Khalud
Dalam khazanah metafisika Islam kontemporer, kitab Insan min al-Bad’i ila al-Khalud karya Syaikh Abdullah Jawadi Amuli hadir sebagai narasi integral mengenai hakikat manusia.
Ia tidak hanya menafsir manusia sebagai entitas biologis, melainkan sebagai makhluk kosmik yang mengalami fase-fase penciptaan, kejatuhan, pengetahuan, hingga keabadian.
Amuli menulis bukan hanya sebagai mufassir dan faqih, tetapi juga sebagai pewaris filsafat ishraqi (illuminatif) dan hikmah muta’aliyah dari Mulla Sadra.
Buku ini dapat disebut sebagai sintesis eksistensialisme Qurani dan mistisisme hikmah sebuah filsafat insaniyah yang merengkuh aspek spiritual dan rasional secara utuh.
Ontologi Manusia: Dari Turab ke Liqa’ Allah
Kitab ini dibuka dengan premis dasar bahwa asal-usul manusia adalah turab (tanah), namun dalam dirinya terkandung potensi liqa’ Allah, yakni perjumpaan eksistensial dengan Tuhan. Amuli menulis:
Inna insana khuliqa min turabin, walakin huwa sa’irun ila haqqin la nihayata lahu
Manusia diciptakan dari tanah, namun ia bergerak menuju kebenaran yang tiada batasnya
Gagasan ini mengingatkan pada Heidegger yang memaknai manusia sebagai Dasein, tetapi Amuli melampauinya: manusia adalah mazhhar al-haqq (manifestasi kebenaran). Eksistensinya bersifat bertingkat dari bad’ (permulaan biologis), nafs (jiwa), qalb (kesadaran ruhani), hingga khulud (keabadian metafisik).
Tujuh Tahapan Eksistensial
Jawadi Amuli merinci tujuh maqam (tingkatan) eksistensial manusia:
Bad’ al-Khalq – penciptaan fisik dari tanah dan air
Artikel Terkait
Lezatnya Nasi Liwet, Cita Rasa Tradisional yang Menggugah Selera
Mantai dan Santai di Pesisir Pantai
Menjaga Perbatasan, Menjaga Indonesia: Potret Kehidupan di Ujung Timur Merauke-Papua Nugini
Mutiara Pagi: Perang (Bagian 1844)
Ekoteologi dan Ketahanan Air Dunia
IPPAQI Kabupaten Cianjur Raih Juara Umum di Panggung Al-Qur'an Tingkat Jawa Barat
Mutiara Pagi: Jihad Intelektual (Bagian 1845)
Jangan Melawan Orang Cantik, Kita Akan Kalah
Kelas Desain Grafis PMII STAI Al-Azhary Cianjur Tajamkan Kreativitas
Jalan Ninja Kaesang yang Terancam Pengangguran, Menyedihkan