Insan min al-Bad’i ila al-Khalud: Telaah Filsafat Eksistensial dalam Pandangan Syaikh Jawadi Amuli

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 19 Mei 2025 | 20:00 WIB
Pikiran Kosong hingga Pemikiran Kritis: Bongkar Teori Filsafat Ilmu dari Partap Sing Mehra hingga John Locke   (Pixabay/morhamedufmg)
Pikiran Kosong hingga Pemikiran Kritis: Bongkar Teori Filsafat Ilmu dari Partap Sing Mehra hingga John Locke (Pixabay/morhamedufmg)

Oleh: MJ Wijaya

Manusia adalah makhluk yang terbentang antara tanah dan Tuhan
Syaikh Abdullah Jawadi Amuli, Insan min al-Bad’i ila al-Khalud

Dalam khazanah metafisika Islam kontemporer, kitab Insan min al-Bad’i ila al-Khalud karya Syaikh Abdullah Jawadi Amuli hadir sebagai narasi integral mengenai hakikat manusia.

Ia tidak hanya menafsir manusia sebagai entitas biologis, melainkan sebagai makhluk kosmik yang mengalami fase-fase penciptaan, kejatuhan, pengetahuan, hingga keabadian.

Amuli menulis bukan hanya sebagai mufassir dan faqih, tetapi juga sebagai pewaris filsafat ishraqi (illuminatif) dan hikmah muta’aliyah dari Mulla Sadra.

Buku ini dapat disebut sebagai sintesis eksistensialisme Qurani dan mistisisme hikmah sebuah filsafat insaniyah yang merengkuh aspek spiritual dan rasional secara utuh.

Ontologi Manusia: Dari Turab ke Liqa’ Allah

Kitab ini dibuka dengan premis dasar bahwa asal-usul manusia adalah turab (tanah), namun dalam dirinya terkandung potensi liqa’ Allah, yakni perjumpaan eksistensial dengan Tuhan. Amuli menulis:

Inna insana khuliqa min turabin, walakin huwa sa’irun ila haqqin la nihayata lahu
Manusia diciptakan dari tanah, namun ia bergerak menuju kebenaran yang tiada batasnya

Gagasan ini mengingatkan pada Heidegger yang memaknai manusia sebagai Dasein, tetapi Amuli melampauinya: manusia adalah mazhhar al-haqq (manifestasi kebenaran). Eksistensinya bersifat bertingkat dari bad’ (permulaan biologis), nafs (jiwa), qalb (kesadaran ruhani), hingga khulud (keabadian metafisik).

Tujuh Tahapan Eksistensial

Jawadi Amuli merinci tujuh maqam (tingkatan) eksistensial manusia:

Bad’ al-Khalq – penciptaan fisik dari tanah dan air

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X