Oleh: Agung Wibawanto
Sebuah ironi yang tragis tapi sekaligus menggelikan. Masih ingat kan, dulu anak presiden ini bisa langsung diangkat menjadi Ketum partai padahal baru 2 hari menjadi anggota.
Publik pada waktu itu sudah mengatakan bahwa jelas ini hanya jalan ninja (politik) dari PSI. Untuk menaikkan rating PSI agar bisa masuk Senayan, jualan nama Mulyono melalui anaknya.
Apakah itu langkah keren? Bagi PSI mungkin keren meski terlihat pragmatis dan menyedihkan juga memalukan (bukan jualan program, jualan kader, tapi jualan nama orang lain). Hasilnya apa?
Tetap saja tidak bisa mengangkat PSI masuk Senayan. Tapi ada keuntungan lain yakni kader PSI (sekjen) Raja Juli Antoni masuk jajaran menteri kabinet melalui jalur rekomendasi Jokowi (utang budi Jokowi kepada PSI yang sudah mati-matian mendukungnya).
Efeknya, beberapa anggota PSI pun berubah nasib hidupnya karena kini direkrut masuk dalam kementerian kehutanan (lumayan lah, bisa setor ke partai juga). Itu jalan ninja PSI, meski pada waktu itu PSI menolak tuduhan nepotisme.
Kaesang dianggap oleh pengurus DPP sebagai pilihan terbaik sebagai Ketum dan diinginkan anggota PSI. Publik bisa membuktikan sekarang bahwa alasan PSI itu hanya bualan semata memanipulasi opini publik.
Dalam waktu dekat PSI akan melakukan pemilihan ketua umum. Seluruh kader diperbolehkan mendaftar atau didaftarkan sepanjang memenuhi syarat. Anehnya, Kaesang dianggap belum memenuhi syarat.
Lho, kenapa? Bukankah dia populer, anak muda kreatif, visioner, anak mantan presiden Jokowi, punya pengalaman, dan incumbent Ketum, apa lagi? Kaesang nuatanya baru didukung oleh 1 DPW saja yakni Jawa Barat.
Padahal dalam ketentuan syarat dukungan harus mendapat rekomendasi dari 5 DPW (propinsi) dan 20 DPD (kab/kota). Kemana anggota dan kader PSI yang katanya mendukung Kaesang? Bohong besar pada faktanya.
Ini sangat memalukan bagi ketum incumbent yang ternyata tidak memiliki daya sengat di akar rumput. Alias bisa dikatakan bahwa Kaesang nyata sebagai kader karbitan. Hasilnya sebagai Ketum juga tidak terlihat.
Lalu mau kemana nantinya anak bontot presiden ke 7 ini berprofesi? Jadi pengusaha pisang goreng gagal, bikin usaha apapun (termasuk dengan Raffi Ahmad gagal). Jadi pemilik klub sepak bola Persis Solo juga tidak berdampak (nyaris degradasi).
Nekad terjun ke dunia politik yang kejam juga mental tidak siap (gagal jadi calon gubernur DKI). Termasuk mengurus partai tidak becus (kalah awu dengan Ketum partai senior yang jauh lebih pengalaman). Mau kemana Kaesang?
Artikel Terkait
Menjadi Penegak Keadilan: Tadarus Ayat-Ayat Pendidikan
Lezatnya Nasi Liwet, Cita Rasa Tradisional yang Menggugah Selera
Mantai dan Santai di Pesisir Pantai
Menjaga Perbatasan, Menjaga Indonesia: Potret Kehidupan di Ujung Timur Merauke-Papua Nugini
Mutiara Pagi: Perang (Bagian 1844)
Ekoteologi dan Ketahanan Air Dunia
IPPAQI Kabupaten Cianjur Raih Juara Umum di Panggung Al-Qur'an Tingkat Jawa Barat
Mutiara Pagi: Jihad Intelektual (Bagian 1845)
Jangan Melawan Orang Cantik, Kita Akan Kalah
Kelas Desain Grafis PMII STAI Al-Azhary Cianjur Tajamkan Kreativitas