Itu bermakna kalian senang dan berambisi memeroleh kenikmatan harta benda dan kekuasaan.
*Cara Menghidupkan Kembali Hati yang Mati*
1. Banyak Mengingat Allah (Dzikir dan Istighfar)
Hati yang mati bisa dihidupkan dengan memperbanyak dzikir dan istighfar. Rasulullah SAW. bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari, no. 6407)
2. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an
Al-Qur'an adalah obat bagi hati yang sakit dan mati. Allah SWT. berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit (yang berada) di dalam dada." (QS. Yunus: 57)
3. Berteman dengan Orang Shalih
Hati akan terpengaruh oleh lingkungan. Rasulullah SAW. bersabda:
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
"Seseorang berada dalam agama sahabatnya, maka hendaklah ia melihat siapa yang dijadikannya sahabat." (HR. Abu Dawud, no. 4833)
4. Mengingat Kematian
Mengingat kematian membuat hati lebih lembut dan kembali kepada Allah. Rasulullah SAW. bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan (kematian)." (HR. Tirmidzi, no. 2307)
Sehingga dengan demikian maka Hati yang mati bukanlah akhir segalanya. Selama ruh masih di badan, masih ada kesempatan untuk kembali kepada Allah. Semoga kita menjadi hamba yang memiliki hati yang hidup, dipenuhi cahaya iman, dan senantiasa dekat dengan Allah.
*PENUTUP*
*Menghidupkan Kembali Hati yang Telah Mati, Sebuah Perjalanan yang Penuh Harapan*
Di akhir perjalanan ini, kita diajak untuk merenung, untuk melihat jauh ke dalam diri kita, lebih dalam daripada sekadar tampilan luar. Hati, yang tak kasat mata, tetapi adalah pusat segala tindakan, adalah cermin dari jiwa kita. Ketika hati mati, segala perasaan, pemikiran, dan tindak tanduk kita pun menjadi tumpul, seperti cahaya yang tak mampu menembus kegelapan.
Hati yang mati adalah jiwa yang tersesat dalam dunia fana, terhimpit oleh kebiasaan buruk, dan terperangkap oleh godaan duniawi.
Artikel Terkait
Makam Sunan Gunung Jati dan Fatahillah
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 01
Isra’ Mi’raj dan Realita Ummat - 02
Isra’ Mi’raj dan Realita Ummat - 03
Gandeng Kebersamaan, Ketua RT Terpilih Dahulukan Kepentingan Masyarakat
Mutiara Pagi: Tiga Puluh Januari (Bagian 1757)
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 04
Maling Lahan Negara Berkedok HGB dan HGU Merebak, Landreform Tinggal Slogan (Bag 1)
Maling Lahan Negara Berkedok HGB dan HGU Merebak, Landreform Tinggal Slogan (Bag 2)
Mutiara Pagi: Benang Tipis (Bagian 1758)