"Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi." (QS. Al-Baqarah: 74)
Maka, mari kita pahami tanda-tanda hati yang mati serta bagaimana cara menghidupkannya kembali.
*Tanda-Tanda Hati yang Mati*
1. Tidak Tersentuh oleh Ayat-Ayat Allah
Salah satu tanda hati yang hidup adalah mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah. Sebaliknya, hati yang mati tetap keras meskipun diperdengarkan Al-Qur’an. Allah SWT. berfirman:
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا وَلَّوْا۟ مُسْتَكْبِرِينَ كَأَنَّهُمْ لَمْ يَسْمَعُوهَا كَأَنَّ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًۭا ۖ
"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berpaling dengan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya, seolah-olah di telinga mereka ada sumbatan." (QS. Luqman: 7)
Orang yang hatinya mati tidak merasakan kenikmatan dalam membaca atau mendengar Al-Qur'an. Ia membacanya hanya sebagai bacaan biasa, tanpa renungan dan penghayatan.
2. Mudah Tenggelam dalam Maksiat Tanpa Rasa Bersalah
Seseorang dengan hati yang mati tidak lagi merasa bersalah ketika berbuat dosa. Ia terus menerus melakukan kemaksiatan tanpa adanya rasa penyesalan. Rasulullah SAW. bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، فَذَاكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ (كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)
"Sesungguhnya seorang mukmin jika ia berbuat dosa, maka muncul titik hitam di hatinya. Jika ia bertobat, meninggalkan dosa, dan memohon ampun, hatinya akan kembali bersih. Tetapi jika ia terus menambah dosa, maka titik hitam itu semakin banyak hingga menutupi seluruh hatinya. Itulah yang disebut dengan raan (karat hati) sebagaimana firman Allah: 'Sekali-kali tidak! Bahkan telah tertutup hati mereka oleh dosa-dosa yang mereka perbuat.' (QS. Al-Muthaffifin: 14)" (HR. Tirmidzi, no. 3334)
3. Cinta Dunia Berlebihan dan Lalai dari Akhirat
Seseorang dengan hati yang mati lebih mencintai dunia dibanding akhirat. Ia tenggelam dalam kesenangan dunia tanpa memikirkan bekal untuk kehidupan setelah mati. Rasulullah SAW. bersabda dalam Sebuah hadits Nabi yang sangat menarik dan penting untuk direnungkan oleh kita bersama.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يوشك الأمم أن تداعى عليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل ومن قلة نحن يومئذ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم وليقذفن الله في قلوبكم الوهن فقال قائل يا رسول الله وما الوهن قال حب الدنيا وكراهية الموت.
Nabi bersabda : "(wahai kaum muslimin) Kelak bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian, bagaikan memperebutkan makanan di atas piring.
Sahabat bertanya : “Apakah karena saat itu jumlah kami sedikit, wahai utusan Tuhan”.?.
Nabi menjawab : tidak, kalian justeru saat itu mayoritas. Sayangnya kalian bagaikan buih. Musuh-musuh kalian sudah tak lagi takut terhadap kalian. Karena kalian ditelikung oleh penyakit “wahan”.
Sahabat bertanya lagi : ”apakah “wahan”itu, wahai Nabi?.
Beliau menjawab : “cinta (rakus) terhadap dunia dan tak lagi ingat kematian”.
Artikel Terkait
Makam Sunan Gunung Jati dan Fatahillah
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 01
Isra’ Mi’raj dan Realita Ummat - 02
Isra’ Mi’raj dan Realita Ummat - 03
Gandeng Kebersamaan, Ketua RT Terpilih Dahulukan Kepentingan Masyarakat
Mutiara Pagi: Tiga Puluh Januari (Bagian 1757)
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 04
Maling Lahan Negara Berkedok HGB dan HGU Merebak, Landreform Tinggal Slogan (Bag 1)
Maling Lahan Negara Berkedok HGB dan HGU Merebak, Landreform Tinggal Slogan (Bag 2)
Mutiara Pagi: Benang Tipis (Bagian 1758)