Journalnusantara.com - Ada beberapa buku sejarah terutamanya buku karangan orang Belanda yang menyebut antara Sunan Gunung Jati dan Fatahillah adalah 1 orang yang sama. Hal tersebut jelas keliru.
Sejarah Cirebon mencatat Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah Sultan Cirebon, ibunya Rara Santang anak dari Prabu Siliwangi sementara Bapaknya adalah Syarif Hud, Penguasa Kota Ismailiyah Mesir.
Sementara Fatahillah adalah menantu Sunan Gunung Jati, merupakan tokoh yang berasal dari Kerajaan Melayu Samudra Pasai.
Fatahillah mulanya datang meminta suaka ke Cirebon karena negerinya Samudra Pasai ditaklukan oleh Portugis.
Atas Rekomendasi Sunan Gunung Jati, Fatahillah kemudian diberi jabatan Wong Agung (Orang Besar/Penasehat Negara) oleh Sultan Trenggono dari Demak.
Daripada menetap di Demak, Fatahillah lebih banyak menetap di Cirebon, bahkan beliau juga pernah ditugaskan menjadi Adipati di Jayakarta sebelum akhirnya ditarik ke Cirebon dan wafat di Cirebon.
Oleh Sejarah Cirebon
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Toleran (Bagian 1754)
EMOSI ADALAH INTI PENGALAMAN MANUSIA
Nono Sampono Menyebut Tiga Nama Menteri Eranya Jokowi
Germas PPA Korwil Aceh Dukung Penuh Aturan Pembatasan Medsos bagi Anak
Keadilan Sosial dan Ekonomi sebagai Penggerak Perubahan Menuju Masyarakat Adil Makmur
Khidmat Peringatan Isra Mi'raj: Memaknai Mukjizat di Masjid Jami Al-Barokah
Geram, BEM STIES MIKAR Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Usut Dugaan Korupsi Seluruh Pembangunan Sekolah
Tegline Resolusi, PAC GP Ansor Karangtengah Gelar Konferensi Anak Cabang
Ridwansah Nahkodai GP Ansor Karangtengah: Wujudkan Ideologi Kuat, Intelektual Hebat, dan Ekonomi Sehat
Telat Jatah