Menghitung Nikmat yang Tak Terhitung

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 16 Januari 2025 | 19:00 WIB
Yuk lihat daftar wisata alam pantai dengan keindahan memukau di Jawa Timur (Instagram/ @pantaingliyepmalang)
Yuk lihat daftar wisata alam pantai dengan keindahan memukau di Jawa Timur (Instagram/ @pantaingliyepmalang)

Rasulullah SAW.adalah teladan terbaik dalam bersyukur. Dalam sebuah hadits, Aisyah رضي الله عنها pernah bertanya kepada beliau yang melaksanakan shalat malam hingga kakinya bengkak:
"Wahai Rasulullah, mengapa engkau beribadah sedemikian rupa padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang?"
Beliau menjawab:
"أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا"
(Tidakkah aku pantas menjadi hamba yang bersyukur?)

Ayat فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ adalah pengingat yang kuat bahwa nikmat Allah begitu melimpah, dan kewajiban kita adalah mensyukuri-Nya dengan sepenuh hati, lisan, dan perbuatan. Dengan bersyukur, kehidupan kita akan lebih bermakna, penuh berkah, dan diridhai oleh Allah SWT.

*Seruan untuk pandai Bersyukur*

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“…Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Didwqm Surah Ar-Rahman menjadi seruan yang sangat kuat bagi manusia dan jin untuk merenungi nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah.

Ayat ini diulang sebanyak 31 kali dalam surah tersebut untuk menekankan pentingnya kesadaran atas nikmat Allah dan sebagai pengingat agar kita tidak menjadi hamba yang kufur nikmat.

*Makna Ayat dalam Konteks Syukur*

1. Kesadaran atas Nikmat Allah
Dalam Al-Qur'an, Allah mengingatkan manusia untuk mengenali dan mengakui nikmat-Nya. Nikmat tersebut meliputi segala hal, mulai dari penciptaan manusia, langit, bumi, rezeki, hingga kemampuan beriman kepada Allah. Tanpa kesadaran ini, manusia cenderung mengabaikan atau bahkan mendustakan nikmat yang telah diterima.

2. Kewajiban Bersyukur
Bersyukur merupakan salah satu kewajiban hamba kepada Allah. Dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah berfirman:
"لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ"
(Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih).
Ayat ini menunjukkan bahwa syukur tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas nikmat, tetapi juga menjadi jalan untuk mendapatkan tambahan nikmat dari Allah.

3. Perbandingan Antara Bersyukur dan Mendustakan
Kata تُكَذِّبَانِ (mendustakan) menunjukkan peringatan kepada mereka yang tidak mengakui nikmat Allah. Pendustaan nikmat dapat berupa kelalaian dalam memanfaatkannya untuk kebaikan, sikap sombong, atau bahkan menggunakan nikmat tersebut untuk maksiat. Sebaliknya, bersyukur adalah pengakuan atas nikmat melalui hati, lisan, dan perbuatan, seperti yang dinyatakan oleh para ulama:

*Syukur dengan hati: Mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah.*

Syukur dengan lisan: Memuji Allah dengan dzikir dan doa, seperti membaca "Alhamdulillah."

Syukur dengan perbuatan: Menggunakan nikmat untuk hal-hal yang diridhai Allah.

*Kaitannya dengan Kehidupan Modern*

1. Nikmat Dunia yang Melimpah
Dalam kehidupan modern, kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan berbagai kemudahan hidup merupakan bagian dari nikmat Allah. Namun, sering kali manusia lupa bersyukur dan justru terjebak dalam keserakahan, individualisme, dan materialisme.

2. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Rasa syukur akan mendorong manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya, nikmat kesehatan harus mendorong seseorang untuk shalat dengan sempurna, sementara nikmat harta harus digunakan untuk bersedekah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X