Menghitung Nikmat yang Tak Terhitung

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Kamis, 16 Januari 2025 | 19:00 WIB
Yuk lihat daftar wisata alam pantai dengan keindahan memukau di Jawa Timur (Instagram/ @pantaingliyepmalang)
Yuk lihat daftar wisata alam pantai dengan keindahan memukau di Jawa Timur (Instagram/ @pantaingliyepmalang)

Apakah kita telah menjadikan syukur sebagai landasan hidup, ataukah kita masih terjebak dalam keluhan dan rasa tidak puas?

Apakah kita telah berbagi dengan mereka yang membutuhkan, ataukah kita menutup mata terhadap penderitaan orang lain?

Hidup ini adalah kesempatan untuk bersyukur, untuk menghargai setiap detik yang Allah berikan, dan untuk menjadikan setiap nikmat sebagai jalan menuju ridha-Nya. Maka, mari kita mulai perjalanan ini dengan hati yang penuh syukur, agar hidup kita penuh makna dan keberkahan.

*Syukur: Konsep, Filosofi, dan Implementasi*

Syukur adalah inti dari kehidupan spiritual seorang Muslim. Ia merupakan pengakuan atas karunia Allah, baik yang terlihat maupun tersembunyi.

Syukur tidak hanya melibatkan ucapan lisan, tetapi juga perasaan dalam hati dan perbuatan nyata. Dalam kondisi apapun, syukur menuntut sikap optimis, husnudzan (berbaik sangka), dan pengendalian diri dari keluh kesah atau menyalahkan keadaan.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'" (QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa syukur adalah kunci keberlanjutan nikmat dan penghindaran dari murka Allah.

*Makna Syukur dalam Islam*

Secara etimologis, kata "syukur" berasal dari akar kata شَكَرَ yang berarti "memperlihatkan kebaikan." Dalam terminologi syariat, syukur berarti mengakui nikmat Allah dengan hati, lisan, dan amal perbuatan. Syukur sejati mengharuskan seseorang untuk:

1. *Mengakui segala nikmat berasal dari Allah.*
Allah berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka itu dari Allah." (QS. An-Nahl: 53)

2. *Menggunakan nikmat sesuai dengan keridhaan Allah.*
Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ
"Barang siapa tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Dawud)

Ini menunjukkan bahwa syukur mencakup penghargaan terhadap sesama manusia yang menjadi perantara nikmat Allah.

3. *Menghindari keluh kesah dan menyalahkan takdir.*
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ، وَلَا أُبَالِي
"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu, dan Aku tidak peduli." (HR. Tirmidzi)

*Filosofi Syukur: Perspektif Kehidupan*

1. *Melihat yang Lebih Susah*
Rasulullah SAW.bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu, jangan melihat orang yang di atasmu, karena hal itu lebih pantas untuk membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X