Lantas, di internal Partai Golkar Cianjur sendiri terdapat kegamangan (kalaupun tidak disebutkan sebagai konflik internal Tb. Mulyana Vs Deden Nasihin). Deden Nasihin (Kang Denas)berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, masih menduduki posisi kedua setelah Herman Suherman. Denas berpotensi menjadi kompetitor kuat Petahana di Pilkada ini jika dibandingkan dengan Tb. Mulayana, dengan catatan mesin Partai Golkar Cianjur solid dan kompak mendukung. Karena, untuk melaju di Pilkada tidak hanya cukup berbekal rekomendasi DPP dan DPW saja, lebih dari itu kondusifitas dan juga loyalitas mesin partai lokal menjadi modal besar yang sangat menentukan menang-kalah di Pilkada nanti.
Sepertinya, hemat penulis harus ada komitmen saling menguntungkan antara Tb. Mulyana dan Denas agar Golkar tidak dipecundangi dan hanya menjadi pelengkap kesempurnaan lawan-lawan politiknya. Saatnya DPD Golkar Cianjur realistis dengan keputusan politiknya, agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari, karena elektabilitas, popularitas dan akseptabilitas kini tengah menaungi Denas sebagai kader Golkar, bukan Tb. Mulayana. Namun sebagai Ketua DPD Golkar Cianjur, Tb. Mulyana menjadi kendali dan pemilik remote politik yang juga akan berdampak langsung untuk memenangkan Denas dengan Golkarnya.
Ketersediaan cost politikpun menjadi sangat penting, karena karakteristik politik masyarakat Cianjur saat ini masih sangat Pragmatis-Transaksional. Hal ini berkelindan dengan kualitas pendidikan politik masyarakat Cianjur yang masih rendah, menjadikan Pilkada sebagai ajang jual beli suara dan “ruang lelang kepentingan politik”. Ketersediaan dana politik masing-masing kandidat, pastinya akan berbanding lurus dengan potensi kemenangan, semakin minim dana politik semakin kecil peluang untuk menang. Prinsip Kahartos, Karaos, Nyoblos (biasanya fresh money, dalam bentuk uang dan sembako) menjadi ciri masyarakat yang masih terbelakang dalam memahami esensi berdemokrasi, inilah sejatinya kedunguan politik kita saat ini. ***
Penulis adalah Direktur Cianjur Institute, Pengurus LTNU dan Komnasdik Jawa Barat, Dosen FDK UIN SGD Bandung, dan kini bergiat juga sebagai Budak Angon di Pesantren Kehidupan Kyai Naga Sari.
Artikel Terkait
Curug Ciarjuna di Garut, Miliki Beberapa Air Mancur yang Cocok untuk Bersantai dan Bermain Air
PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Jepang
Anak Muda Lentera Bangsa
Kala TNI Membangun Akses Jalan Sekolah Rimba Papua
Taruna TK. IV AAU Ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman
HIMAT Hari Ini, Cianjur "Suram" Esok Hari
Tren Penceraian Karena Judi Online Meningkat
Stamina Rohani dan Sikap Komunikasi
Situs Gunung Padang di Cianjur Lebih Tua dari Piramida Mesir
Revitalisasi HIMAT dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan: Respon Atas Tulisan Kang Ridwan Mubarak