Journalnusantara.com - Wanita tengah baya, sebut saja Rupinah, terlihat semringah. Rupinah, ditinggal meninggal suaminya sejak lima tahun lalu, kini harus menghidupi dirinya dan ketiga anaknya dengan berjualan makanan khas Yogyakarta.
Mengandalkan jualan di rumah, di sebuah kaveling di daerah Pisangan, Tangerang Selatan, setiap harinya tampak minimal lima ojek daring (dalam jaringan) atau online berjaket hijau daun memarkir kendaraan roda duanya di depan rumah Rupinah. Di sana, mereka dengan sabar menunggu orderan dibungkus, untuk bisa dikirim ke pemesannya.
Apa keistimewaan jualan Rupinah sehingga produk makanannya itu begitu digemari. Ya, Rupinah memiliki segmen khusus, karena dirinya berjualan produk makanan khas Yogyakarta, seperti Gudeg dan variannya. Beberapa konsumen pun merasakan gudeg yang benar-benar bercita rasa Yogyakarta.
“Sehari, saya bisa menerima permintaan pengiriman makanan berbasis online lebih dari 10 orderan. Lumayan, Alhamdulillah. Selain melayani permintaan online, saya juga menerima permintaan terutama dari tetangga,” ujarnya sembari tersenyum.
Baca Juga: 31 Perguruan Tinggi Meriahkan Altie Campus Expo 2023
Fenomena pesan antar online kini sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan adanya platform itu, masyarakat kini semakin dimudahkan dengan keberadaan jasa kurir daring tersebut. Cukup dengan menekan tombol-tombol gawai, segala kebutuhan bisa segera terpenuhi.
Bagi pelaku usaha, mereka juga tentunya sangat diuntungkan dengan keberadaan jasa antar jemput logistik berbasis online tersebut. Wajar saja, satu lembaga riset menyebutkan, kue bisnis pesan antar makanan berbasis digital di Kawasan Asean mencapai USD16,3 miliar tahun lalu.
Lembaga riset itu bernama Momentum Works, perusahaan modal ventura yang berkantor pusat di Singapura. Menurut laporan Momentum Works, nilai transaksi kotor (gross merchandise value/GMV) pemesanan makanan melalui platform digital (online) di Indonesia mencapai USD4,5 miliar pada 2022.
Transaksi tersebut berkontribusi 27,6 persen dan menjadi yang terbesar di antara enam negara Asia Tenggara. Total transaksi makanan di platform digital di kawasan itu mencapai USD16,3 miliar di tahun lalu. Ada tiga pemain besar di platform pengiriman makanan di Indonesia, yakni Grab (GrabFood), Gojek (GoFood), dan Shopee (ShopeeFood).
Baca Juga: Nikah Gratis di KUA, Berikut Syarat dan Ketentuannya
Grab pun disebut menguasai pangsa pasar 49 persen, Gojek 44 persen, dan Shopee 7 persen. Pekerja yang bekerja ditransportasi online diperkirakan mencapai sekitar 4,6 juta orang.
Hanya saja, nilai transaksi makanan secara online di tanah air pada 2022 tersebut turun USD0,1 miliar atau 2,17 persen dibandingkan 2021 sempat mencapai USD4,6 miliar. Hal tersebut terjadi karena mulai kembalinya masyarakat ke aktivitas dan belanja offline, seiring meredanya Covid-19 dan perusahaan platform mulai berorientasi profit.
"Pada 2022, platform pengiriman makanan mengalami hambatan yang kuat terhadap pertumbuhan. Penyebabnya, pembukaan kembali aktivitas di Asia Tenggara setelah pandemi Covid-19," ungkap Momentum Works, dalam riset Food Delivery Platforms in Southeast Asia (SEA) January 2023, yang dikutip Kamis (19/1/2023).
Akibatnya, masih menurut lembaga itu, pertumbuhan GMV transaksi makanan secara online di kawasan Asia Tenggara pada 2022 pun hanya tumbuh 5 persen menjadi USD16,3 miliar dibandingkan setahun lalu (yoy) senilai USD15,5 miliar.
GMV tersebut mencakup transaksi di enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Selain Indonesia yang membukukan nilai transaksi makanan secara online sebesar USD4,5 miliar pada 2022, Thailand (USD3,6 miliar), Singapura (USD2,5 miliar), Filipina USD2,4 miliar, Malaysia USD2,2 miliar, dan Vietnam USD1,1 miliar.
Sumber: Indonesia.go id
Artikel Terkait
Kapolesta Cirebon Pimpin Langsung Apel Kesiapan Pengamanan NU Bersholawat
Syair dan Pupuh Dangdang Gula Pembuka Peringatan 1 Abad NU di Cirebon
Geger! Seorang Polwan Berhubungan Badan dengan 7 Polisi Sekaligus
Viral! Makan Jeruk Dikamar Mandi Bisa Menghilangkan Stres
Menag RI Ingatkan Jajaran Hilangkan Praktik Korupsi
World Interfaith Harmony Week
Informasi Seputar Pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru 2023
Masya Allah, Diam-Diam Ivan Gunawan Bangun Masjid di Uganda Afrika Timur, Biaya dari Kocek Pribadi
Nikah Gratis di KUA, Berikut Syarat dan Ketentuannya
31 Perguruan Tinggi Meriahkan Altie Campus Expo 2023