Muktamar X ini bukan hanya forum politik, tapi juga seni pertunjukan. Ada drama kursi terbang, ada ritual doa malam sederhana, ada undangan elite negara, ada dua palu, dua ketua, satu partai, nol kursi DPR. Sebuah tragedi-komedi yang akan dikenang sebagai opera paling absurd dalam sejarah politik tanah air.
Artikel Terkait
Pertahanan Diri: 5 Langkah Menjaga Tubuh dari Serangan Racun Makanan
Makanan dan Minuman Penjaga Sehat, Kunci Tubuh Prima dan Imunitas Kuat
Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Manajemen Dakwah UIN Bandung, Merespons Tantangan Zaman dan Integrasi Digital
Dari Parade Raksasa Menuju Kolaborasi Lebah
Waspada di Meja Makan, Tiga Kunci Mengonsumsi Makanan Aman
Hidup Segar dari Akar, Mengapa Sayuran Harus Jadi Bintang Utama
Waspada Minuman yang Mengancam Kesehatan
Dua Sisi Mata Uang, Risiko dan Bahaya di Balik Olahraga
Kukuhkan DP MUI 27 Kecamatan se-Lamongan, KH. M. Said Humaidy: MUI Sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah
Mutiara Pagi: Mutiara Cintaku (Bagian 1980)