Kerusakan Citra Raja Ampat Akibat Tambang Nikel: Ancaman bagi "Surga Terakhir di Bumi"

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 16 Juni 2025 | 20:00 WIB
Gambar Aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan publik. Dari masyarakat adat hingga tokoh publik dan pegiat lingkungan, gelombang protes kian menggema.  (Pexels)
Gambar Aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, kembali menjadi sorotan publik. Dari masyarakat adat hingga tokoh publik dan pegiat lingkungan, gelombang protes kian menggema. (Pexels)

Viralnya isu pertambangan nikel di Raja Ampat melalui IT tentu berdampak signifikan pada citra pariwisata Raja Ampat. Sekecil apa pun kerusakan yang timbul akibat tambang nikel, bahkan dari perusahaan yang telah memenuhi syarat pertambangan, dapat berkontribusi pada citra buruk Raja Ampat sebagai surga terakhir di Bumi. Oleh karena itu, dampak viralnya pertambangan nikel terhadap jumlah kunjungan wisatawan—apakah menurun atau naik—perlu dikaji secara seksama.

Kesimpulan

Upaya gigih pemerintah dan masyarakat internasional dalam membangun citra Raja Ampat sebagai "Surga Terakhir di Bumi" sejak tahun 2005 hingga 2025 kini terancam rusak oleh aktivitas tambang nikel. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan pemulihan kawasan tambang dan pembangunan kembali citra Raja Ampat, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informatika secara strategis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X