Journalnusantara.com, Cianjur - Menanggapi hangatnya isu krisis pendonor darah yang terjadi di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cianjur, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Azhary Cianjur bergerak cepat dengan menyiapkan langkah konkret sebagai wujud kepedulian sosial terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.
Melalui Kementerian Kesehatan dan Olahraga, DEMA STAI Al-Azhary akan menggelar kegiatan Donor Darah di Kampus Berakhlak, bertempat di Jl. KH Abdullah Bin Nuh, Pamoyanan, Cianjur.
Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk membantu menambah stok darah yang mulai menipis di Kabupaten Cianjur, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada civitas akademika dan masyarakat umum mengenai pentingnya donor darah secara rutin.
Erga Tenang Lambang, selaku Menteri Kesehatan dan Olahraga DEMA STAI Al-Azhary, menyatakan tanggapanya atas krisis yang terjadi,
"Kegiatan donor darah ini adalah bentuk kepekaan sosial mahasiswa terhadap kondisi kemanusiaan di sekitar kita. Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa, untuk sadar akan pentingnya mendonorkan darah. Ini adalah langkah sederhana, namun mampu menyelamatkan banyak nyawa."
Lebih dari sekadar agenda kampus, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di wilayah Cianjur maupun sekitarnya untuk melakukan hal serupa.
"Dengan adanya program ini, kami ingin menunjukkan bahwa aksi sosial seperti donor darah bisa menjadi gerakan kolektif antar-kampus. Tidak hanya di STAI Al-Azhary, tapi bisa ditiru dan diterapkan oleh kampus-kampus lain," tambah Erga.
Presiden Mahasiswa STAI Al-Azhary Cianjur, Fauzi Rohmat, juga turut menyampaikan harapannya:
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program seremonial semata, tetapi menjadi pemantik semangat kolaboratif lintas kampus dalam aksi-aksi kemanusiaan," katanya.
Selaras dengan hal diatas, aktivis pergerakan mahasiswa itupun menambahkan:
"Donor darah bukan hanya ibadah sosial, tapi juga langkah kecil yang punya dampak besar bagi kehidupan orang lain," ujar pres Uzi sapaan akrabnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam koordinasi dengan UTD PMI Cianjur dan terbuka untuk umum, melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Aksi Jambret, Ancaman di Balik Keramaian Kota
Sepatu Olahraga Rusak Jadi Baru Lagi, Sulap Sepatu Lama dengan Perawatan Tepat
Bukan Karena Kita Lemah, Tapi Karena Arah Kebijakan Tidak Berpihak: Mengapa RS Penang Tampak Lebih Unggul
Menghilangkan Kesedihan Ditinggal Orang Tua, Sebuah Perjalanan Penyembuhan
Membangun APBD yang Sehat, Pondasi Kemandirian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat
Membangun Desa: Lebih dari Infrastruktur, Mewujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan
Membangun Tim Sepak Bola, Lebih dari Sekadar 11 Pemain di Lapangan
Mutiara Pagi: Sumbangan Berhadiah (Bagian 1871)
Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Strategis di Era Presiden Prabowo dan Kanselir Merz
Mutiara Pagi: Menjadi Baik (Bagian 1872)