Journalnusanatara.com, Cianjur — Rezza Gustya dan Riska Damayanti resmi terpilih sebagai Ketua Komisariat dan Ketua KOPRI Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STISIP Guna Nusantara periode 2025–2026. Keduanya terpilih dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-VII yang digelar pada Sabtu, 14/06/2025 di Gedung Kandaga, Cibinong, Cianjur.
Rezza menggantikan Wildan Sanjaya Musyadad sebagai Ketua Komisariat, sementara Riska Damayanti menggantikan Fitri Purnawati sebagai Ketua KOPRI Komisariat. Keduanya dipilih melalui forum musyawarah tertinggi di tingkat komisariat yang berlangsung khidmat dan demokratis.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Rezza menegaskan kesiapannya memimpin organisasi di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman yang terus berkembang.
“Ini adalah sebuah amanah besar yang tidak saya anggap remeh. Saya menyadari bahwa di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman yang semakin kompleks, PMII STISIP harus terus bergerak maju, adaptif, dan relevan dalam setiap langkah pergerakannya,” ungkap Rezza.
Ia juga menekankan bahwa PMII bukan hanya organisasi mahasiswa, melainkan bagian dari perjuangan untuk nilai-nilai luhur.
“Perjuangan PMII adalah perjuangan untuk kemanusiaan dan keadilan. Di tengah zaman yang serba cepat ini, kita harus semakin cerdas, semakin peka, dan semakin siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Riska Damayanti menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran KOPRI di lingkungan kampus dan masyarakat. Ia mengajak seluruh kader perempuan untuk berperan aktif dalam ruang-ruang strategis.
“Perempuan PMII harus hadir dengan gagasan, integritas, dan keberanian. KOPRI bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari gerakan perubahan,” ujar Riska.
Acara RTK ke-VII ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi tahunan bagi kader PMII STISIP. Dengan kepemimpinan baru, PMII diharapkan semakin solid, kritis, dan progresif dalam menjawab berbagai tantangan zaman serta membumikan nilai-nilai pergerakan di tengah masyarakat
Artikel Terkait
Membangun APBD yang Sehat, Pondasi Kemandirian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat
Membangun Desa: Lebih dari Infrastruktur, Mewujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan
Membangun Tim Sepak Bola, Lebih dari Sekadar 11 Pemain di Lapangan
Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Strategis di Era Presiden Prabowo dan Kanselir Merz
Mutiara Pagi: Menjadi Baik (Bagian 1872)
Kadang, Rehat Itu Perlu
Potensi Itu Bukan Hilang, Cuma Belum Kamu Ajak Ngobrol
Makan Enak, Tapi Tetap Bergizi? Bisa Kok!
DEMA Al-Azhary Bergerak, Jawaban atas Krisis UTD PMI Cianjur
Mutiara Pagi: Fenomena Keserakahan (Bagian 1873)