Journalnusantara.com - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STISIP Guna Nusantara Cianjur kembali menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-VII.
Acara yang berlangsung ini mengusung tema besar "Menyatukan Perbedaan, Menemukan Kesamaan, dan Menciptakan Kesatuan," menegaskan komitmen organisasi dalam merajut persatuan di kalangan mahasiswa.
Ketua PK PMII STISIP Guna Nusantara, Wildan Musadad, menjelaskan bahwa PMII telah berkiprah di STISIP selama 12 tahun dan tetap eksis serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
"RTK ini digelar sebagai upaya memperkuat fondasi kepemimpinan sekaligus memastikan kesinambungan serta peningkatan kualitas organisasi di masa depan," ujar Wildan, Senin (16/6/2025).
Lebih lanjut ia menambahkan, sejak berdiri pada tahun 2012, PMII telah memberikan kontribusi signifikan dalam membina dan mengembangkan potensi mahasiswa di lingkungan kampus.
"Setidaknya, ada nilai penting yang kami perjuangkan. Pertama, nilai ideologis yakni PMII sebagai pewaris nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, dan sebagai organisasi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Itulah semangat awal yang terus kami bawa sejak PMII berdiri di STISIP Guna Nusantara," ucap Wildan menegaskan.
Menurut Wildan, forum musyawarah tahunan ini merupakan momen penting dan sakral untuk memilih mandataris ketua komisariat masa khidmat 2025–2026 demi melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
"Pemilihan dilakukan secara demokratis melalui proses penjaringan oleh panitia. Ada dua calon Ketua Komisariat dan satu calon Ketua KOPRI," ungkapnya.
Setelah musyawarah yang berlangsung selama dua hari, hasilnya menetapkan Sahabat Rezza Eka Gustya sebagai Mandataris Ketua Komisariat PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur untuk masa khidmat 2025–2026.
Dalam prosesi serah terima kepemimpinan, Wildan secara simbolis menyerahkan dokumen kepemimpinan kepada Rezza sebagai tanda dimulainya babak baru kepengurusan.
Ketua Komisariat terpilih, Rezza Eka Gustya, menyampaikan komitmennya yang kuat. Ia menyatakan akan memperkuat proses kaderisasi dan regenerasi yang berkualitas, serta menjadikan visi dan misi organisasi sebagai landasan utama dalam memimpin.
"Saya mengajak seluruh kader PMII untuk bersama-sama menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan, membangun organisasi yang solid dan visioner, serta menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan dan kompetitif di era yang semakin kompleks," tutur Rezza dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa dengan semangat kebersamaan, PMII di STISIP Guna Nusantara akan terus tumbuh menjadi organisasi yang kuat, berdaya saing, dan konsisten memperjuangkan cita-cita luhur.
Artikel Terkait
Membangun Desa: Lebih dari Infrastruktur, Mewujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan
Membangun Tim Sepak Bola, Lebih dari Sekadar 11 Pemain di Lapangan
Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Strategis di Era Presiden Prabowo dan Kanselir Merz
Mutiara Pagi: Menjadi Baik (Bagian 1872)
Kadang, Rehat Itu Perlu
Potensi Itu Bukan Hilang, Cuma Belum Kamu Ajak Ngobrol
Makan Enak, Tapi Tetap Bergizi? Bisa Kok!
DEMA Al-Azhary Bergerak, Jawaban atas Krisis UTD PMI Cianjur
Mutiara Pagi: Fenomena Keserakahan (Bagian 1873)
Rezza Gustya dan Riska Damayanti Nahkodai PMII STISIP Guna Nusantara: Semangat Baru dari RTK ke-VII untuk Pergerakan Masa Depa