Jumlah pemudik terus meningkat setiap tahun, bisa mencapai puluhan juta orang.
Pemerintah membuat berbagai kebijakan: rekayasa lalu lintas, mudik gratis, dan pembangunan infrastruktur (tol, transportasi umum).
Mudik kini tak hanya soal pulang kampung, tapi jadi simbol kebersamaan, tradisi, dan identitas nasional.
5. Mudik di Masa Pandemi (2020-2021)
Pemerintah sempat melarang mudik demi mencegah penyebaran COVID-19. Ini adalah salah satu momen langka dalam sejarah mudik Indonesia.
Muncul fenomena “mudik diam-diam” dan “mudik virtual”.
Kalau kamu tertarik, aku bisa kasih juga perkembangan mudik dari sisi transportasi, budaya pop, atau data statistiknya. Mau?
Artikel Terkait
Menelisik Ketatanegaraan Perspektif Kebudayaan Sunda Parahiangan, Sebuah Kajian Simbol Astabrata, Tritangtu di Buana dan Kearifan Lokal
Mutiara Pagi: Tidak Ada yang Diam (Bagian 1811)
Dari "Petani Gabah", Menuju "Petani Beras"
Tadarus Ayat-Ayat Pendidikan
Transcontinental Countries: Negara yang Wilayah Geografisnya Berada di Dua Benua atau Lebih
Upah Rendah Pekerja Cianjur: Realita yang Masih Menghimpit
Mutiara Pagi: Mimpi (Bagian 1812)
Bagaimana Indonesia di Mata Orang Asing (Bedakan Negara dan Rakyat)?
Ijazah, Hal Remeh Tapi Berdampak Besar
Mengenal Muhammad Arif Nuryanta, Hakim Terpeleset Suap Rp60 Miliar