Terakhir, terkait dengan kualitas beras yang rendah. Gabah basah dapat menghasilkan beras yang memiliki kualitas rendah, seperti beras yang menjadi kusam atau memiliki aroma yang tidak enak. Oleh karena itu, penting untuk menjaga gabah tetap kering dan memiliki kadar air yang rendah untuk mempertahankan kualitas gabah dan beras.
Gabah basah bukanlah suatu problem baru. Sudah sejak lama petani merasakan bila panen padi berbarengan dengan musim penghujan, pasti gabah nya akan basah. Untuk mengeringkan hasil panen nya, petani sangat menggantungkan diri pada kehadiran sinar matahari guna menjemur gabah hasil panen nya. Sekali nya tidak ada matahari, maka wajar bila gabah nya basah.
Semoga jadi bahan pencermatan kita bersama. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).
Artikel Terkait
Prabowo dan Sri Mulyani Berbeda Sikap Terkait Bursa Saham
Hening yang Mengajarkan Makna
Karang Taruna Cibinong Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagi Takjil di Bulan Ramadhan
Mutiara Pagi: Xerosis di Dalam Jiwa (Bagian 1789)
Aksi Anarki: Membangun Kota, Merobohkan Istana
SSB Crab United Cianjur, Sekolah Sepak Bola Berprestasi yang Siap Mengasah Bakat Generasi Muda
Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Kemenag Dibuka, Siapkan Dokumen dan Segera Daftar!
Cahaya Malam Seribu Bulan
Mutiara Pagi: Yang Terukir di Langit Ramadan (Bagian 1790)
Ramadhan Penuh Berkah: PPLIPI Cabang Cianjur Gelar Acara Ceria Bersama Ketua DPRD dan Penceramah Kak Mal