Ketika merasakan kehampaan batin
Maka tidak ada pilihan lain
Kecuali menemukan ketenangan
Seperti tanah tandus mendapatkan hujan
Kegelisahan dalam hidup
Membuat seseorang merasa terasing
Semangat pun menjadi redup
Terombang-ambing sesuatu yang tak penting
Ramadan datang menyapa
Pada jiwa yang sedang hampa
Menawarkan harapan untuk kembali
Di tengah gelap yang menyelimuti diri
Itu semua adalah pelajaran
Mengajarkan arti tentang ketabahan
Bahwa dari derita tumbuh kekuatan
Sehingga jiwa lebih berdaya tahan
Kembali subur tanah gersang
Setelah hujan turun menyapa
Banyak bersyukur, jangan bimbang
Hidayah Tuhan tak akan sirna
Ikan kecil di sungai surut
Ke sana kemari terbawa arus
Sungguh mustahil pikiran kalut
Jika hati baik dan jalan lurus
Malang, 24 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Penutupan Sanlat Ramadhan DPK BKPRMI Kecamatan Takokak
Mutiara Pagi: Vibrasi Ramadan (Bagian 1787)
Sebuah Universitas Tua yang Kini Menjual Gelar
Menjadi Ulul Albab
Mengenang Wafatnya Mbak Rara, Hafizah Di Luar Pesantren Tahfiz
RUU TNI Triger Kemarahan Rakyat yang Sudah Tidak Percaya Rezim Prabowo
Prabowo dan Sri Mulyani Berbeda Sikap Terkait Bursa Saham
Mutiara Pagi: Wasilah Ramadan (Bagian 1788)
Hening yang Mengajarkan Makna
Karang Taruna Cibinong Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagi Takjil di Bulan Ramadhan