Ramadan yang ditunggu
Membawa isyarat rindu
Dari langit kepada bumi
Menyapa hati yang sunyi
Doa mengalir tanpa suara
Saat malam berselimut cahaya
Dedaunan bertasbih lirih
Bersama angin tak kenal letih
Haus membuka harapan
Lapar menjadi kekuatan
Dalam sujud dan munajat
Berharap ampunan bisa didapat
Setiap detik penuh berkah
Setiap langkah jadi ibadah
Menuntun hati kembali suci
Dengan hidayah Sang Ilahi
Saat bulan sabit mulai menggantung
Jiwa dan raga dibiarkan kosong
Namun hati berkelimpahan
Sejumlah rahmat dan ampunan
Seperti seorang ibu
Yang menimang bayinya
Dari waktu ke waktu
Kasih sayang yang dicurahkannya
Lmg, 22 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Tidak Adakah Gajah di Jawa? Tinjauan Sejarah
Mereaktualisasi Tritangtu di Bumi: Menemukan Kembali Jati Diri Bangsa Sunda
Lembaran Baru dalam Bulan Suci
Mutiara Pagi: Tadarus Kehidupan (Bagian 1785)
Mutiara Pagi: Untaian Doa di Bulan Suci (Bagian 1786)
Ramadan, Bulan Penuh Berkah
Tulang Rusuk yang Hilang
Tips Meraih Lailatul Qadar
Sahur
Penutupan Sanlat Ramadhan DPK BKPRMI Kecamatan Takokak