Oleh: Lintang Angrem
"Tidak ada gajah di Jawa, sehingga Gajah Mada adalah orang Sumatera."
Inilah argumen teori yang berkembang di kalangan sebagian kawan kita di Sumatera sejak puluhan tahun lalu.
Lebih lanjut, pada tahun 2014, dalam sebuah seminar Jong Bataks, Togap Silitonga dari Komite Pergerakan Kebangsaan mengatakan bahwa Gajah Mada ditengarai berasal dari Batak.
Setelah diselidiki, argumen utama dari teori ini adalah karena dipercayai bahwa tidak ada gajah di Jawa, sedangkan gajah banyak ditemukan di Sumatera.
Apakah hal ini benar? Apakah gajah memang tidak ada di Jawa?
Faktanya, gajah purba pernah ada di Jawa. Penemuan fosil mastodon, stegodon, dan elephas membuktikan adanya gajah purba di pulau ini.
Pada tahun 1932, ditemukan kerangka gajah yang mirip dengan gajah Sumatera pada lapisan Pleistosen.
Dalam catatan "Sejarah Hubungan China dengan Negara Laut Selatan" oleh Yuan Shu, tercatat bahwa salah satu ekspor Jawa ke Dinasti Ming adalah gajah.
Teks dalam bahasa Tiongkok (Yuan Shu, Ming Dynasty):
"动物:马、西马、红鹦鹉、白鹦鹉、绿鹦鹉、火鸡、白鹿、白鹤、象、白猴、犀、神鹿(摸)、鹤顶(鸟)、五色鹦鹉、奥里羔兽。五、金属制品:西洋铁、铁枪、锡、折铁刀、铜鼓。六、布匹:布、油红布、绞布。...此外,爪哇还向明朝输入...象..."
Catatan ini menunjukkan bahwa pada masa Dinasti Ming, Jawa mengekspor gajah, yang mengindikasikan bahwa gajah memang ada di Jawa pada saat itu.
Bukti selanjutnya ditemukan dalam catatan Sejarah Sulu (Kalimantan - Sabah), yaitu dalam Sulu Tursila. Pada tahun 1395, Raja Jawa (Majapahit) dikabarkan mengirimkan dua hadiah gajah kepada Raja Baginda, penguasa Sulu saat itu. Gajah-gajah ini kemudian menjadi gajah liar di Kalimantan (Saleeby, 1908).
Di era modern, memang populasi gajah di Jawa sudah punah. Namun, hal ini tidak berarti bahwa gajah tidak pernah ada di Jawa.
Bahkan, nama Kabupaten Sleman, di Yogyakarta, secara harfiah berarti "Hutan Gajah."
Gambar: Lukisan penguasa Tuban mengendarai gajah oleh pelukis Eropa.
Artikel Terkait
BEM PTNU Apresiasi Langkah Kemenag Perjuangkan Keadilan bagi Madrasah dan Tenaga Pendidik
GP Ansor Cianjur Gelar Rakercab 2025: Menyongsong Era Baru dengan Semangat Kemandirian dan Kolaborasi
GP Ansor Cianjur Bangun Kekuatan Ekonomi Kader Melalui Pengembangan Agro dan UMKM
Mutiara Pagi: Rahmat yang Tercurah (Bagian 1783)
Hati Sebening Embun
Universitas Nurul Jadid Terpilih Sebagai Tuan Rumah Kongres BEM PTNU Se-Nusantara ke-VIII
Sanlat Ramadhan DPK BKPRMI Takokak Resmi dimulai
Kecelakaan Timpa Banser Cianjur: Kaki Diamputasi, Butuh Bantuan!
Mutiara Pagi: Suara Sahur (Bagian 1784)
Kembali ke Cahaya Ilahi