Sahur mengajarkan makna ketulusan
Tentang malam yang penuh doa
Tentang malam yang penuh harapan
Lewat seruan kasih yang penuh makna
Membangunkan jiwa yang penat,
mengajak hati untuk mendekat
Bahwa hidup bukan sekadar kesibukan
Namun juga sujud dalam keikhlasan
Suara sahur mengingatkan manusia
Akan karunia Sang Maha Pencipta
Rezeki dimohon, ampunan dipinta
Agar esok datang penuh cahaya
Gema sahur yang menyapa
Suara kebersamaan yang kian langka
Bukan semat-mata untuk makan
Namun ada syukur yang terlantunkan
Dalam sunyi yang temaram
Doa-doa lirih menggetarkan kalam
Mengingat dosa, merajut harapan
Mengharap berkah di bulan ampunan
Suara sahur, lantunan kasih
Membangunkan hati yang sedang letih
Menuntun jiwa kembali sadar
Bahwa hidup tak sekadar lapar
Malang, 19 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Qadar (Bagian 1782)
Nuzulul Qur'an: Cahaya dalam Kegelapan
BEM PTNU Apresiasi Langkah Kemenag Perjuangkan Keadilan bagi Madrasah dan Tenaga Pendidik
GP Ansor Cianjur Gelar Rakercab 2025: Menyongsong Era Baru dengan Semangat Kemandirian dan Kolaborasi
GP Ansor Cianjur Bangun Kekuatan Ekonomi Kader Melalui Pengembangan Agro dan UMKM
Mutiara Pagi: Rahmat yang Tercurah (Bagian 1783)
Hati Sebening Embun
Universitas Nurul Jadid Terpilih Sebagai Tuan Rumah Kongres BEM PTNU Se-Nusantara ke-VIII
Sanlat Ramadhan DPK BKPRMI Takokak Resmi dimulai
Kecelakaan Timpa Banser Cianjur: Kaki Diamputasi, Butuh Bantuan!