Yang terjatuh tak selamanya luka,
namun cahaya menanti di ujung cerita
Terlukis jejak tanpa suara,
di hamparan takdir yang tak terbaca
Meski tak paham setiap kejadian
Namun tiada ragu dalam pikiran
Karena qadar bukan tentang tanya
Tetapi menerima dengan percaya
Dalam takdir yang telah dituliskan
Ada malam membawa bisik rahasia
Simpul waktu dalam dimensi keabadian
Yang diajarkan kepada hamba pilihan
Di malam itu, doa menjelma melodi
Didengar oleh penghuni lazuardi
Waktu, yang melaju tanpa jeda
Berhenti sejenak dengan tiba-tiba:
Iqro’: bacalah!
Iqro’: mengertilah!
Iqro’: pahamilah!
Iqro’: cerdaslah!
Perintah itu menjadi pedoman
Agar hidup penuh keberkahan
Tersirat makna yang sangat dalam
Tentang keagungan Sang Pencipta Alam
Malang, 17 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Oase Bulan Suci (Bagian 1780)
Semilir Angin dari Lembah Taubat
Viral! Miss Asia Indonesia Kalisa Putri Dapat THR Mobil dan Dollar, Kira-kira dari Siapa Ya?
Mutiara Pagi: Puasa dan Kemuliaan (Bagian 1781)
Konstantinopel Jatuh ke Tangan Turki Utsmaniyah
KH Maruf Amin Hadiri Silaturahmi Ramadan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Sri Sultan Hamengkubuwono IX Bikin Pingsan si Mbok Pedagang Beras
Bulan Turunnya Ampunan
Khotmil Qur’ani Bilqolam: Gerakan BKPRMI Cianjur Berantas Buta Huruf Al-Qur’an
YBM PLN Berikan Santunan untuk Santri Yatim dan Dhuafa di Pesantren Unggul Salsabila Zainia