Ramadan bagaikan surat cinta,
Ditulis Tuhan di langit luas
Setiap hurufnya doa mulia,
Menjadi cahaya dalam nafas
Langit Ramadan bersulam cahaya,
Dengan tersenyum menabur kasih
Hati tersentuh saat berdoa,
Karena rindu dan hati bersih
Seperti hujan mencumbu tanah,
Rahmat turun tiada tara
Dosa terhapus, luka terbelah,
Hati kembali pada cahaya
Angin Ramadan lembut mendayu,
Bagaikan zikir di malam syahdu
Bintang menari dalam rindu,
Menyebut nama-Nya satu per satu
Pelita Ramadan berpendar mesra,
Menuntun langkah yang akan datang
Dalam sujud terukir makna,
Rindu Ilahi tak pernah hilang
Ya Robb…!
Biarlah Ramadan mengukir namaku,
Di lazuardi yang tak bertepi
Dengan cinta-Mu memeluk kalbu,
Hingga bertemu Ramadan kembali
Malang, 25 Maret 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menjadi Ulul Albab
Prabowo dan Sri Mulyani Berbeda Sikap Terkait Bursa Saham
Mutiara Pagi: Wasilah Ramadan (Bagian 1788)
Hening yang Mengajarkan Makna
Karang Taruna Cibinong Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagi Takjil di Bulan Ramadhan
Mutiara Pagi: Xerosis di Dalam Jiwa (Bagian 1789)
Aksi Anarki: Membangun Kota, Merobohkan Istana
SSB Crab United Cianjur, Sekolah Sepak Bola Berprestasi yang Siap Mengasah Bakat Generasi Muda
Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Kemenag Dibuka, Siapkan Dokumen dan Segera Daftar!
Cahaya Malam Seribu Bulan