“Kesehatanku agak menurun sejak dua bulan terakhir ini.
Ada yang mengatakan kalau aku terkena guna-guna karena terlalu sering mengkritik penguasa,” katanya.
Entah itu bercanda atau tidak, Faisal Basri menyampaikan keluhan itu dengan sangat serius.
Saat makan satu suap lontong yang tersaji di atas meja, ia sempat terbatuk dan muntah.
Namun ia berusaha menelan kembali muntah itu.
Mungkin untuk berusaha membuat kami tenang.
Tampak sekali ia berusaha untuk tetap nyaman saat berbincang.
Melihat kondisinya yang kurang sehat itu, aku dan Irmansyah tidak banyak cerita yang berat-berat.
Kami lebih perhatian pada fisiknya yang cukup menurun.
Suaranyapun sangat pelan sehingga perlu konsentrasi penuh untuk bisa mendengar setiap ucapannya.
Kebetulan Irmansyah masih memiliki ikatan persaudaraan cukup dekat dengan beliau.
Mereka sempat berbincang menanyakan kabar kerabat yang lain.
Keduanya sama-sama berasal dari tanah Mandailing.
Faisal Basri masih tergolong keponakan dari Adam Malik Batubara, wakil presiden (1978-1983).
Faisal Basri sejatinya juga bermarga Batubara.
Artikel Terkait
Pragmatisme: Ideologi Baru Partai-Partai di Indonesia
Glenn Victor Susanto Wakili Indonesia ke Ajang Mister International 2024
Karena Lisan Seseorang Bisa Masuk Surga atau Neraka
Revolusi Kreativitas Bersama Artificial Intelligence (1)
Mutiara Pagi: Yang Maha Ghaib (Bagian 1604)
Prodi BKI FDK UIN Bandung Fokus Cetak Mahasiswa Unggul dan Kompetitif Berbasis Rahmatan Lil Alamin
KRI Pattimura-371 Uji Coba Penembakan
Kesulitan Akan Dimudahkan
Miss Cosmo Indonesia 2024 Kenakan Pakaian Filosofi "The Endless Stream of Saraswati Goddess"
Mutiara Pagi: Yang Maha Memerintah (Bagian 1605)