Journalnusantara.com, Jakarta - Perayaan HUT ke-79 bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan, termasuk pemasangan spanduk, perlombaan, upacara, atau sekadar menebar ucapan di media sosial.
Pada beberapa ucapan, masyarakat masih melakukan cara penulisan ataupun ucapan dirgahayu yang salah atau keliru, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan penafsiran.
Sebaiknya, ucapan peringatan hari ulang tahun Indonesia sebaiknya ditulis dengan ejaan dan tata bahasa yang baik dan benar.
Sebab, kalimat yang salah bisa menimbulkan penafsiran yang salah.
Misalnya dalam hal penulisan kata 'Dirgahayu', seringkali ditambahkan kata yang tidak sesuai sehingga menimbulkan pengertian yang berbeda.
Padahal, dirgahayu artinya berumur panjang atau kata sifat. Atau dalam hal penulisan umur pada ucapan dirgahayu juga seringkali masih salah.
Jika penggunaan umur diletakan di awal sebelum nama negara, maka menyebabkan penafsirannya jadi berbeda.
Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "dirgahayu" adalah kata sifat yang berarti berumur panjang.
Kata "dirgahayu" ini biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang tengah memperingati hari jadinya.
Penggunaannya pun lebih pas apabila disandingkan dengan RI, tanpa disertai Hari Ulang Tahun atau HUT.
Lalu dalam menulis angka kemerdekaan yang digabung dengan Republik Indonesia, pun kadang masih ada yang keliru.
Sebagai contoh, ungkapan HUT RI ke-79 dianggap salah karena menimbulkan penafsiran bahwa yang sedang berulang tahun adalah RI ke-79.
Sementara, negara Republik Indonesia hanya ada satu di dunia, bukan? Adapun penulisan ke-79 dimaksudkan merujuk pada ulang tahun Indonesia yang ke-79.
- Salah: Dirgahayu HUT RI
Benar: Dirgahayu Republik Indonesia
Artikel Terkait
PBSI, Olimpiade, dan Gawat yang Melekat Setelah Kiamat
Islam Progresif: Kontestasi Pemikiran Islam di Indonesia
Sekolah Politik Kampus, Upaya Meningkatkan Kapabilitas dan Kredibilitas Kader PMII
Kenapa Tuhan Tidak Menjelaskan Langsung Makna Kitab Suci?
Tanda-tanda Husnul Khotimah Mati di Hari Jum'at
Mutiara Pagi: Yang Maha Benar (Bagian: 1.580)
Gelar Rakor, PAC GP Ansor Karangtengah Cianjur Siap Bergerak untuk Menggaungkan ASTA-BISA
Auto Delete WAG
Mutiara Pagi: Yang Maha Memelihara (Bagian: 1581)
Manfaatkanlah Lima Perkara Sebelum Menyesal