عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ » (رواه الترمذي وأحمد)
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallohu anhuma berkata, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jumat atau pada malamnya melainkan Allah melindunginya dari fitnah kubur” (HR. Tirmidzi dan Ahmad serta dinilai hasan atau shohih oleh Al Albani berdasarkan banyaknya jalur periwayatannya yang saling mendukung dan menguatkan)
Pelajaran yang terdapat didalam Hadist:
1- Keutamaan orang islam yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat.
2- Adanya fitnah kubur.
3- Sebagian hamba Allah yang muslim diselamatkan dari fitnah kubur.
4- Diantara tanda-tanda husnul khotimah, orang islam yang meninggal pada hari jumat atau malam jumat.( Kitab Al A'malu bil Khowatim, Said bin Sa'id Al Hujri hal:60)
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Setiap jiwa akan merasakan mati dan orang-orang yang benar-benar sukses.
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
[Surat Ali-Imran : 185]
2- Adanya fitnah kubur
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".
[Surat Ghafir : 46]
3- Do'a memohon husnul khotimah
رَبَّنا إِنَّنا سَمِعْنا مُنادِياً يُنادِي لِلْإِيمانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنا فَاغْفِرْ لَنا ذُنُوبَنا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئاتِنا وَتَوَفَّنا مَعَ الْأَبْرارِ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): 'Berimanlah kalian kepada Tuhan kalian,' maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat bakti.(Ali Imron:193).
Artikel Terkait
Niat yang Benar untuk Mati Syahid
Kementerian PUPR Perkuat Kerjasama dengan Pemerintah Korsel
Keren...Deden Nasihin Tanggapi Santai Perusakan APS oleh OTK; Mungkin Pelaku Cuma Iseng !
Hore Pemenang Umroh with Access by KAI Tahap 3 Live di IG @KAI121_
Potret Plh. Kadisdik Jabar Pakai Mobi Listrik Bantuan Presiden RI yang Diberikan kepada SMKN 1 Purwakarta
Mutiara Pagi: Yang Maha Menyaksikan (Bagian 1579)
Komitmen Jalani Aturan dengan Kejujuran
PBSI, Olimpiade, dan Gawat yang Melekat Setelah Kiamat
Islam Progresif: Kontestasi Pemikiran Islam di Indonesia
Sekolah Politik Kampus, Upaya Meningkatkan Kapabilitas dan Kredibilitas Kader PMII