Oleh: Fauzi Rohmat (Kader PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur)
Menghadapi tahun politik yang tengah berlangsung, Komisariat PK PMII STAI Al-Azhary Cianjur menggelar kegiatan Sekolah Politik Kampus (SPK). Bertepatan dengan momentun Harlah PMII ke-64, pada Hari Rabu - Sabtu tanggal 17-21 April 2024.
Kegiatan ini menjadi yang pertama di Cianjur dan diikuti oleh seluruh kader dan anggota Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STAI Al-Azhary Cianjur. Sekolah Politik Kampus ini merupakan wadah pendidikan atau ruang bagi mahasiswa untuk berproses dan berdiskusinya para kader dan anggota, dengan harapan terbangunnya intelektual dan kecerdasan kader dan anggota seperti yang diungkapkan oleh Tan Malaka seorang Revolusioner bangsa Indonesia "Tujuan pendidikan ialah untuk Mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan".
Seperti yang diucapkan dalam sambutannya, Sekolah Politik Kampus Juga bertujuan meningkatkan Kapabilitas dan Kredibilitas Kader dan Anggota Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STAI Al-Azhary Cianjur, Dandi Bestari selaku Ketua II Bidang Eksternal sekaligus ketua pelaksana, la menyatakan dengan tegas bahwasanya kader dan anggota PMII Harus mempunyai pemahaman dan memiliki kecerdasan terhadap dinamika perpolitikan didalam kampus, beliau yakin dengan materi yang disuguhkan dapat memberikan pemahaman terhadap kader dan anggota, diantaranya yaitu Pengantar Politik Kampus, Strategi Penguasaan Kampus, Sistem Demokrasi dan Kampus sebagai miniatur Negara, Strategi Penguasaan Intra Kampus, Demokrasi kampus, Agitasi dan Propaganda, Produk Hukum Majma, Analisa Opini Publik dan lain sebagainya,
Kegiatan ini mengundang Narasumber seperti Sahabat Rustiman Anggota KPU Kabupaten Cianjur, lyan Sopiyan Bawaslu Kabupaten Cianjur, Tedi Sopyan Aktivis sekaligus Politikus Cianjur, dan para alumni PMII STAI Al-Azhary Cianjur. Harapannya dengan materi yang dibawakan narasumber, para kader dan anggota bisa lebih melek akan ilmu pengetahuan dan meningkatkan motivasi kader dan anggota dalam menjalani Proses di PMII.
Sekolah Politik Kampus disambut dengan antusias oleh para kader dan anggota PMII, karena dibenturkan dengan kebutuhan kader dan anggota untuk bekal berkontestasi dan berani bersaing dengan mahasiswa lainnya dilingkungan kampus. Sehingga Kader dan Anggota akan memahami bagaimana cara berperan aktif bila didistribusikan di structural kampus, baik itu UKM, UKK, HMJ, BEM Ataupun DLM.
Tidak hanya itu Seorang Kader PMII juga harus mampu memahami situasi perpolitikan yang ada dikampus, sehingga kader PMII Mampu memaksimalkan peranya sebagai kader diantaranya mengawal kebijakan kampus dengan harapan terpenuhinya semua hak dan kewajiban mahasiwa.
Artikel Terkait
MoU antara PCA dengan IPB
Kerajaan Sunda Pedalaman dan Pesisir
Anti Imigran dan Islamophobia di UK
Larangan Lafadz Sumpah pada Hak Allah
Niat yang Benar untuk Mati Syahid
Kementerian PUPR Perkuat Kerjasama dengan Pemerintah Korsel
Keren...Deden Nasihin Tanggapi Santai Perusakan APS oleh OTK; Mungkin Pelaku Cuma Iseng !
Hore Pemenang Umroh with Access by KAI Tahap 3 Live di IG @KAI121_
Potret Plh. Kadisdik Jabar Pakai Mobi Listrik Bantuan Presiden RI yang Diberikan kepada SMKN 1 Purwakarta
Mutiara Pagi: Yang Maha Menyaksikan (Bagian 1579)